Pasutri Nestapa dengan Sepasang Anak Tinggal di Rumah Reyot

oleh -
Pasutri Adang Safei dan Lina Marlina warga Kampung Cibarehong RT 02 RW 04 Desa Jagamukti, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi dengan kedua anaknya.

Wartawan Dicky Sopyan

Pasangan suami istri (pasutri) dengan dua anaknya di Surade hidup dalam kemiskinan dan kenestapaan.  Dia bertempat tinggal di rumah yang kondisinya hampir runtuh karena rapuh dimakan waktu. Sudah 8 tahun dia menampati rumahnya itu. Hidupnya benar-benar memprihatinkan dan berada jauh di bawah garis kemiskinan.  Untunglah pemerintah desa tempat tinggalnya itu akan memberikan bantuan dan perhatian.

banner 970x90

Pasutri nestapa itu Adang Safei (33) dan Lina Marlina (43) warga Kampung Cibarehong  RT 02 RW 04 Desa Jagamukti, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi. Adang dan Lina tinggal di rumah yang sudah tidak layak huni. Rumah Adang berdinding bambu dan hampir semua bagiannya sudah keropos.

Dalam keseharian, sepasang pasutri ini keadaan hidupnya yang pas-pasan dan penuh kenestapaan.  Adang tidak memiliki pekerjaan tetap. Dia buruh lepas serabutan. Rumahnya itu sejak berdiri 20 tahun yang lalu belum pernah diperbaiki atau direnovasi. Adang mewarisi rumah reyot yang ditempatinya dari almarhum mertuanya. 

“Pinginnya diperbaiki, tapi modalnya tidak ada. Untuk makan saja pas-pasan, boro-boro untuk memperbaiki  rumah,” kata Adang ketika ditemui di rumahnya, Sabtu (25/7/2020).

Adang tidak memilik harta berlebih. Hartanya yang paling berharga hanya dua anaknya yakni satu laki laki bernama Betrik Alpian (11) dan adiknya perempuan bernama Alisa Putri (6).

Rumahnya yang berukuran 7 x 4 meterpersegi dalam posisi akan ambruk. Lantainya terbikin dari bambu dengan kondisi bolong-bolong. Adang menggunakan penyangga dari bambu  agar rumahnya tidak  roboh. Bagian dinding dan atapnya di belakang rumah sebagian sudah ambruk.

Begitu juga bagian atap benar-benar telah mendekati kehancurannya. Selain dipenuhi banyak lubang, bagian atap ini sudah lapuk dan rapuh. Kalau hujan turun, air dari langit langsung masuk ke dalam rumah melalui lubang tersebut.

Satu-satunya harapan Adang dan Lina, pasutri itu dapat memperbaiki rumah dengan bantuan dana dari pemerintah. Mengingat keadaannya yang hidup susah, mereka membutuhkan uluran tangan dari pemerintah dan kaum kaya nan dermawan.  

Di tempat terpisah Ketua RT 02 RW 04 Kampung Cibarehong  Desa Jagamukti, Eman membenarkan adanya rumah salah satu warga yang hampir runtuh. Sebenarnya, kata Eman, dia telah dua kali mengajukan rumah Adang untuk mendapat bantuan renovasi rumah tidak layak huni (RTLH).

“Namun sampai sekarang belum dikabulkan oleh pemerintah. Mungkin belum waktunya. Kami juga telah berunding dengan Pak Kades dan BPD untuk membahas perbaikan rumah tersebut,” ujar Eman.

Dihubungi di rumahnya Kepala Desa Jagamukti, Apay Suyatman mengatakan, jajarannya tidak tinggal diam menghadapi keadaan rumah milik Adang. Pemdes Jagamukti telah mengajukan bantuan untuk merenovasi rumah milik keluarga Adang.

“Pengajuan ini masih dalam proses, mudah-mudahan bisa cepat cair dalam waktu dekat ini,” kata Apay. (*)

Print Friendly, PDF & Email