Wabup Awali Musim Panen Padi dari Sawah Menak

oleh -
Wakil Bupati Sukabumi, H. Adjo Sardjono memperlihatkan tanaman padi yang dipotongnya saat mengawali panen padi musim tanam tahun 2019 di Desa Tegalpanjang, Kecamatan Cireunghas.

Wartawan Usep Mulyana

Wakil Bupati (Wabup) Sukabumi, H. Adjo Sardjono mengawali panen padi musim tahun 2019 di Kampung Sawah Menak, Desa Tegalpanjang, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi, Kamis (26/7/2019). Pada kegiatan itu, wabup turun ke sawah bersama Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Sudrajat dan Muspika Cireunghas di bawah terik matahari dan udara yang kering.

banner 970x90

“Hasil dari gerakan panen padi ini kami harapkan dapat memenuhi kebutuhan beras bagi masyarakat di sekitar Desa Tegalpanjang. Ke depan beras dari Tegalpanjang bisa didistribusikan ke daerah-daerah lainnya,” kata wabup pada pembukaan gerakan panen padi dalam rangka mendukung peningkatan produksi pangan tahun 2019 itu.

Gabah dari Desa Tegalpanjang, ujar wabup, bisa pula  diproses sendiri untuk mendukung program Beras Sukabumiku yang saat ini sedang digalakkan oleh Pemkab Sukabumi. Dia yakin, beras asal Tegalpanjang memiliki kualitas yang baik karena bibit dan pengolahan hasil panennya memenuhi standar mutu. 

“Kami harapkan produksi beras di Desa Tegalpanjang terus meningkat guna mendukung kesejahteraan para petani,” ujar Adjo.

Pada acara itu, Wabup Adjo menyerahkan bingkisan kepada Ajang yang mewakili petani generasi milenial, Maemunah sebagai petani lanjut usia, dan Poktan Karya Tani yang telah menunjukkan dedikasinya dalam meningkatkan produktivitas pertanian.

Sementara itu, Kadis Pertanian  Sudrajat mengatakan, walaupun bulan Juni dan Juli telah memasuki musim kemarau, lahan pertanian di Desa Tegalpanjang tidak kekurangan air. Pasokan air mencukpui sehingga sawah-sawah di Desa Tegalpanjang bisa menghasilkan padi yang memenuhi standar kualitas dengan kuantitas yang mencukupi untuk memenuhi kebutuhan akan beras di desa tersebut.

Kegiatan panen padi tersebut dihadiri oleh unsur Bappeda, para penyuluh pertanian, perangkat desa, dan aktivis kelompok tani. Wabup juga menggelar  dialog interkatif dengan para petani. (*)

Print Friendly, PDF & Email