Kesadaran Warga terhadap Jadwal Buang Sampah Masih Rendah

oleh -
Tumpukan sampah di TPSS terjadi dalam rentang waktu yang lama ketika warga tidak mentaati jadwal buang sampah.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Tingkat kesadaran masyarakat terhadap jadwal jam buang waktu yang telah ditetapkan lewat peraturan daerah masih sangat rendah. Sampai sekarang, masih ada warga yang membuang sampah ke TPSS (Tempat Pembuangan Sampah Sementara) setelah petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sukabumi mengangkut sampah dari tempat tersebut.

banner 970x90

Kasi Pelayanan Kebersihan Wilayah I pada DLH Kota Sukabumi, Deni Denhari saat dihubungi wartawan via telepon seluler, Kamis (25/6/2020) mengatakan, idealnya warga membuang sampah beberapa menit sebelum petugas datang ke TPSS. Tujuannya agar tumpukan sampah tidak terlalu lama berada di tempat itu.

“Kalau warga membuang sampah beberapa waktu setelah petugas meninggalkan TPSS, tumpukan sampah akan berlama-lama di tempat itu sampai jadwal pengangkutan selanjutnya,” kata Deni.

Selain itu, masih ada juga warga yang membuang sampah spesifik ke TPSS. Padahal untuk sampah sepsifik, warga harus membuangnya langsung ke TPSA Cikundul atau menghubungi petugas DLH untuk mendapatkan layanan penjemputan ke rumah sampah seperti itu. 

Kelompok benda-benda bekas yang masuk sampah spesifik antara lain kursi bekas, sofa butut, kasur tidak terpakai, dan sisa tebangan pohon.

Saat ini, lanjut Deni, volume sampah dari semua TPSS yang dibuang ke ke TPSA Cikundul mencapai 1,7  ton perhari. Pada saat penerapan PSBB dan WFH, tambahnya, terjadi peningkatan volume sampah rumah tangga. Memasuki masa AKB (Adaptasi Kebiasaan Baru), volume sampah mulai berkurang.  

Di Kota Sukabumi telah dioperasikan 27 unit TPSS kontainer yang dapat mempercepat pengangkutan sampah.  Deni mengimbau masyarakat untuk senantiasa membuang sampah tepat waktu dan selalu pada tempatnya. (*)

Print Friendly, PDF & Email