IBI dan PPNI Ingatkan Bidan dan Perawat untuk Waspadai Covid-19

oleh -
Ketua IBI Kabupaten Sukabumi Hj. Ani Andiryani dan Ketua PPNI Kabupaten Sukabumi H. Masykur Alawi.

Wartawan Aep Saepudin (Kowasi)

Ikatan Bidan Indonesia (IBI) dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Sukabumi mengingatkan anggota-anggotanya untuk lebih waspada menghadapi ancaman Covid-19. Sebab Virus Corona bisa muncul di mana saja dan kapan saja tanpa melihat waktu dan tempat, termasuk di tempat tugas para perawat dan bidan.

banner 970x90

Imbauan itu disampaikan Ketua IBI Kabupaten Sukabumi Hj. Ani Andiryani dan Ketua PPNI Kabupaten Sukabumi H. Masykur Alawi kepada wartawan di Pendopo Sukabumi, Kamis (26/6/20).

Selaku ketua IBI, Ani mengimbau anggotanya untuk tetap melakukan pelayanan sesuai standar operasi dengan penambahan protokol kesehatan. Para bidan harus mentaati seluruh ketentuan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Dibandingkan dokter dan perawat,  bidan tidak terlalu berisiko tertular Virus Corona karena tidak kontak langsung dengan pasien Covid-19. Bidan mengurus ibu hamil dan ibu yang akan melahirkan yang mana kondisinya bukan orang sakit,” kata Ani.

Keadaan yang dihadapi bidang berbeda dengan dokter dan perawat yang harus kontak dan bersentuhan langsung dengan orang sakit.

“Sekalipun demikian, para bidan tetap harus waspada selama menjalankan tugas dan pengabdian. Jangan lupa mengenakan alat pelindung diri,” tuturnya.  

Sampai perkembangan terakhir, kata Ani, belum ada bidan di Kabupaten Sukabumi yang tertulasr Covid-19. Dia selalu mengharapkan dan mendoakan wabah Covid-19 segera berlalu agar semua kalangan masyarakat di Kabupaten Sukabumi tenang dan nyaman dalam menjalankan aktivitasnya sehari-hari.  

Di tempat yang sama, Ketua PPNI Kabupaten Sukabumi, H. Masykur Alawi menegaskan, para perawat harus lebih ketat dan waspada dalam penggunaan alat pelindung diri karena bersentuhan langsung dengan pasien.

Masykur mengakui, ada salah satu anggotnya yang terpapar Virus Corona, namun beruntung kondisinya sekarang sudah baik.

“Kasus perawat yang terkena Covid-19 menjadi bahan pemikiran dan pertimbangan kami dalam membuat kebijakan organisasi untuk menginstruksikan anggota agar lebih berhati-hati dan selalu bermain aman dalam melayani pasien,” kata Masykur. (*)

Print Friendly, PDF & Email