HNSI Luruskan Desas-desus Uang Kompensasi Tumpahan Batubara

oleh -
Suasana pertemuan silaturahmi 35 ormas dan OKP se-Wilayah Palabuhanratu dengan Forum Pengusaha Palabuhanratu.

Wartawan M. RIDWAN 

Ketua DPC HNSI (Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia) Kabupaten Sukabumi, H. Dede Ola menyatakan, desas-desus terkait uang kompensasi atas tumpahan batu bara di Teluk Palabuhanratu yang diterima organisasi yang dimpimpinnya itu sama sekali tidak benar. Menurut dia, uang tersebut merupakan dana pengganti profit BBM dari pemilik atau agen pemasok batu bara.

banner 970x90

“Dalam pengadaan BBM, pemilik tongkang atau agen pemasok batu bara tidak membelinya lewat pengusaha yang ada di Palabuhanratu, tetapi dari tempat lain,” kata Dede Ola  pada acara silaturahmi dan buka bareng bersama 35 OKP dan ormas di empat kecamatan yakni Palabuhanratu, Cisolok, Cikakak, dan Simpenan bertempat di Hotel Mahkota Palabuhanratu, Jumat (24/5/2019) malam.

Atas pembelian BBM di tempat lain itu, pemilik tongkang atau agen pemasok batu bara memberikan dana pengganti keuntungan kepada para pengusaha. Hal ini merupakan kesepakatan antara agen batu bara dan para pengusaha serta pihak-pihak terkait dengan aktivitas pelayaran batu bara ke PLTU Palabuhanratu. Dana tersebut dikelola oleh Forum Pengusaha Palabuhanratu yang juga diketuai oleh Dede Ola.

Jadi, kata Dede, uang tersebut merupakan hasil usaha atas bisnis BBM dan tidak ada kaitan dengan kompensasi atas tumpahan batu bara. Karena itu, Dede merasa kecewa ketika di luaran beredar informasi, urusan tumpahan batu bara sudah dibayarkan kompensasinya kepada HNSI Kabupaten Sukabumi.

“Padahal tidak ada kaitan antara dana pengganti profit bisnis BBM dengan kompensasi atas tumpahan batu bara. Dana yang kami terima murni sebagai hasil bisnis para pengusaha,” tutur dia.

Kalau ada masyarakat yang akan mempermasalahkan tumpahan batu bara, Dede mempersilakannya.  Masyarakat bisa menanyakan permasalahan tumpahan batu bara tersebut kepada Indonesia Power sebagai pengelola PLTU atau agen batu bara.

“Kami pun akan terus melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap segala permasalahan yang muncul di kawasan Teluk Palabuhanratu,” ujarnya.

Oleh Forum Pengusaha Palabuhanratu, lanjut Dede, sebagian dari dana tersebut diberikan kepada OKP dan ormas yang ada di empat kecamatan. Jadi, sama sekali tidak benar kalau disebutkan DPC HNSI Kabupaten Sukabumi menerima uang kompensasi atas tumpahan batu bara.

“Pemberian dana pengganti profit BBM itu sudah terjadi sebelum ada peristiwa tumpahan batu bara. Jadi sama sekali tidak ada hubungannya,” ujar Dede.

Pernyataan Dede itu dibenarkan oleh Ketua Forum OKP dan Ormas Wilayah Palabuhanratu, Dodi ZA bahwa Forum Pengusaha Palabuhanratu memberikan uang kompensasi kepada sejumlah OKP dan ormas. (*)  

Print Friendly, PDF & Email