Pendatang Baru Menjadi Darah Segar di Legislatif

oleh -
H. Asep Deni

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Pengamat kebijakan publik dan politik, H. Asep Deni mengatakan, pendatang baru di lingkungan lembaga legislatif dapat menjadi darah segar untuk meningkatkan kinerja lembaga wakil rakyat. Menurut Asep, new comer juga dapat mengambil peran penting dalam memberdayakan dan memperkuat posisi DPRD sebagai mitra pemda.

banner 720x90

Pendapat akademisi yang sehari-hari menjabat Ketua STIE Sukabumi itu disampaikan untuk menanggapi komposisi pendatang baru yang mencapai 60 persen atau 21 kursi dari 35 kursi di DPRD Kota Sukabumi. Diyakini Asep, para pendatang baru itu dapat mewarnai perjalanan DPRD Kota Sukabumi selama lima tahun masa jabatannya.  

“Yang menarik, para caleg terpilih itu kebanyakan  berasal dari generasi muda kaum milenial. Saat ini kecenderungan orang lebih memilih kaum milenial, termasuk para orang tua yang menginginkan proses regenerasi,” kata Asep ketika dihubungi lewat telepon genggamnya, Kamis (25/4/2019).

Kehadiran kelompok milenial, lanjut cendekiawan kelahiran Kampung Gandasoli Cireunghas itu, dapat menciptakan iklim dan budaya baru di lingkungan DPRD. Walhasil, DPRD akan lebih berwarna, ceria, dan dinamis dalam arti yang positif dan produktif bagi kepentingan rakyat.  

“Bagi mereka kaum muda, kedudukan sebagai wakil rakyat merupakan tantangan karena tidak semuanya memiliki pengetahuan dan kemampuan yang cukup di bidang pemerintahan. Mereka harus menambah ilmu dan wawasan melalui pelatihan atau bimtek agar bisa menjadi mitra pemerintah daerah yang berkualitas,” terangnya.

Kerja sama antara petahana dan pendatang baru, lanjut Asep, akan menghasilkan performa yang bagus untuk lembaga wakil rakyat. Para wajah baru harus dapat menyesuaikan dengan perencanaan, budgeting, dan evaluasi yang telah disusun, sementara para incumbent mesti mengakomodir semangat kaum milenal yang dinamis dan suka bergerak cepat.  

banner 720x90

Di antara para pendatang baru terdapat para senior yang memiliki jam terbang cukup di bidang pemerintahan dan bisnis. Dua di antaranya Deden Solehudin dari Partai Demokrat dan Jona Arizona dari Partai Golkar. Deden yang pernah menjabat Asisten Sekda Kota Sukabumi tentu memiliki pengetahuan yang khattam seputar pemerintahan.

Sementara Jona yang pernah menjabat Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi bukan orang baru di jagat politik Kota Sukabumi. Dia pernah maju dua kali dalam Pilkada Kota Sukabumi. Nilai lebih pada Jona, kata Asep, dia mendapat kepercayaan kembali dari rakyat untuk mengemban amanah sebagai anggota lembaga legislatif.

“Artinya kepercayaan publik masih tinggi kepada Pak Jona. Dia mempunyai  konstituen dan pemilih yang loyal dan percaya padanya,” ujar Asep. (*)

Print Friendly, PDF & Email