Biaya Perawatan Petugas Pemilu Ditanggung Pemda

oleh -
Wali Kota Sukabumi, H. Achmad Fahmi menjenguk Ketua KPPS di TPS 38, Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi yang dirawat di RSUD R. Syamsudin, S.H. karena kelelahan saat bertugas.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Biaya perawatan dan pengobatan petugas penyelenggara pemilu di tingkat PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) dan KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) di Kota Sukabumi yang jatuh sakit saat sedang bertugas ditanggung oleh Pemkot Sukabumi. Hal ini merupakan bentuk pelayanan pemerintah daerah kepada warga yang bertugas sebagai penyelenggara pemilu.

Demikian disampaikan Wali Kota Sukabumi, H. Achmad Fahmi saat menjenguk Ajuk Marzuky Sulaiman (51 tahun) di Ruang Famili RSUD R. Syamsudin, S.H., Rabu (24/4/2019). Keluarga penyelenggara pemilu yang dirawat di rumah sakit, kata Fahmi, tidak perlu memikirkan biaya perawatan dan pengobatan karena seluruhnya ditanggung oleh pemda.

‘Pemda menanggung biaya pengrawatan petugas penyelenggara pemilu yang sakit ketika sedang betugas. Kami merasa prihatin kepada petugas PPK dan KPPS yang sakit karena tugas mereka yang berat,” ujar Wali Kota Sukabumi di sela-sela menengok Ajuk bersama dengan Ketua KPU Kota Sukabumi, Sri Utami.

Ajuk adalah Ketua KKPS di TPS 38, Jalan Merbabu Cipelang Hilir, Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi. Dia mengalami kelelahan parah saat sedang bertugas sehingga dirawat di rumah sakit sejak sejak Sabtu (20/4/2019).

Kunjungannya ke Ajuk, ujar Fahmi, sebagai bentuk simpati Pemkot dan KPU Kota Sukabumi terhadap petugas penyelenggara pemilu yang jatuh sakit akibat kelelahan atau penyakit. Dengan telaten, wali kota menanyai Ajuk mengenai penyakit yang dideritanya sambil mendoakan kesembuhan bagi ketua KPPS tersebut.

Selain itu Pemkot Sukabumi juga memberikan layanan kesehatan sejak tanggal 21 April di titik-titik tempat penghitungan dan rekapitulasi suara tingkat kecamatan. Dalam hal ini pemda menyiapkan ambulans dan dua tenaga medis di tempat rapat pleno. Para petugas medis itu berdinas dari pagi hingga larut malam untuk melakukan pengecekan kesehatan para petugas KPPS dan PPK.  

Semula ada empat petugas KPPS dan PPK yang kondisi tubuhnya drop saat sedang bertugas dan dilarikan ke rumah sakit. Dari empat orang tersebut, tiga orang sudah pulih, tinggal Ajuk yang masih menjalani perawatan. 

Kepada wartawan, Ajuk mengaku senang mendapat kunjungan dari Wali Kota Sukabumi. Sebagai warga Kota Sukabumi yang menjadi petugas KPPS, dia merasa salut mendapat perhatian dari wali kotanya.

Ajuk menjelaskan, dirinya mengalami kelelahan setelah tidak tidur pada hari pencoblosan dan penghitungan suara pada Rabu (17/4/2019) hingga Kamis (18/4/2019) dini hari. Meskipun kelelahan Ajuk tetap bertugas hingga proses pelaporan ke tingkat kecamatan pada Jumat (19/4/2019). Kondisi tubuhnya memburuk hingga Sabtu dibawa ke RSUD R. Syamsudin, S.H. (*)

Print Friendly, PDF & Email