Kelurahan Karamat Gelar Bimtek Bencana untuk Linmas

oleh -
Lurah Karamat, Heri Purnomo bersama salah satu anggota Linmas yang mengikuti bimtek menghadapi bencana.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Kelurahan Karamat, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi menggelar kegiatan bimtek (bimbingan teknis) dan simulasi tanggap bencana bagi para anggota Linmas bertempat di Hotel Balcony, Kamis (24/10/2019). Pada kegiatan tersebut, penyelenggara menghadirkan narasumber dari Satpol PP dan BPBD Kota Sukabumi.

“Kegiatan ini merupakan kegiatan terakhir untuk pemberdayaan masyarakat dengan biaya dari Dana Kelurahan,” kata Lurah Karamat, Heri Purnomo setelah pembukaan bimtek.  

Pengetahuan tanggap bencana kebakaran bagi Linmas yang bertugas di Kelurahan Karamat, ujar Heri, sangat penting karena wilayahnya memiliki kawasan rawan bencana. Banyak permukiman padat yang dapat memicu musibah kebakaran secara massal. Selain itu di RW 06 terdapat wilayah dengan kontur tanah berupa tebing.

“Dengan bimtek ini, anggota Linmas dapat memiliki keterampilan dalam penanggulangan bencana sebelum ada bantuan dari BPBD, Tagana, atau lainnya.  Setidaknya mereka bisa mengetahui peran dan fungsinya di masyarakat dalam menghadapi bencana,” jelas Heri.  

Pada bagian lain Lurah Karamat menjelaskan pemanfaatan Dana Kelurahan (DK) tahun anggaran 2019 untuk pemberdayaan masyarakat dan pembangunan infrastruktur.

Di sektor pembangunan fisik, DD 2019 digunakan untuk pembangunan gapura utama di Cibencang, pembangunan jalan lingkungan kurang lebih 300 meter, dan pemeliharaan gedung mushola untuk ibu-ibu Majelis Taklim Miftahul Jannah. Total dana yang diserap kurang lebih Rp79 juta.

Adapun untuk pemberdayaan masyarakat meliputi 4 kegiatan yaitu pelatihan pengelolaan sampah berbasis masyarakat, peningkatan kompetensi pengurus  kelompok masyarakat dan Karang Taruna, dan yang terakhir kegiatan bimtek dan sosialisasi tanggap bencana untuk Linmas.

Sementara itu staf pelaksana pemadam kebakaran (damkar) pada BPBD Kota Sukabumi, Asep Irwansyah mengatakan, materi yang disampaikan kepada Linmas ditekankan pada upaya penanggulangan awal sebelum mobil damkar tiba. Yang paling penting, saat menghadapi kebakaran, Linas tidak panik. BPBD juga memberikan simulasi pemadaman api.  

“Tujuan pemberian materi tersebut untuk meningkatkan keterampilan, kewaspadaan, kesiapan, dan kesigapan anggota Linmas dalam menghadapi kebakaran,” ujar Asep.  

Keadaan di Kota Sukabumi, lanjut dia, 75 persen kebakaran dipicu oleh arus pendek listrik. Karena itu dia mengimbau masyarakat agar memperhatikan kondisi kabel dan instalasi listrik di rumahnya masing-masing. Kalau kabel sudah rusak dan jelek, kata dia, segera diganti sebelum menjadi pemicu kebakaran. (*)

Print Friendly, PDF & Email