BEM Nusa Putra-Menwa Gelar Diskusi Kebangsaan

oleh -
Narasumber Ketua Umum Rembuk Nasional Aktivis 98, Sayed Junaidi Rizaldi menyampaikan paparannya pada diskusi kebangsaan di kampus UNP. Dua narasumber lainnya Pimpinan Pondok Pesantren Dzikir Al-Fath, KHM. Fajar Laksana (kanan) dan Kabid Politik Dalam Negeri Badan Kesbangpol Kabupaten Sukabumi, Adang Hidayat.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Badan Eksekutif Mahasiswa UNP (Universitas Nusa Putra)  bersama Detasemen Resimen Mahasiswa (Menwa) Sukabumi menggelar Forum Group Discussion tentang kebangsaan di ruang serba guna UNP, Cisaat, Kamis (24/10/2019). Pada diskusi bertema ‘Mewujudkan Harmonisasi Antar Elemen Bangsa Menuju Indonesia Bermartabat’ itu hadir perwakilan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.

Penyelenggara menghadirkan para narasumber yang terdiri dari Ketua Umum Rembuk Nasional Aktivis 98, Sayed Junaidi Rizaldi, M.Si; Pimpinan Pondok Pesantren Dzikir Al-Fath, Prof. Dr. KHM. Fajar Laksana, S.E., CQM, M.M.; Kabid Politik Dalam Negeri Badan Kesbangpol Kabupaten Sukabumi, Adang Hidayat, S.Sos, M.Si, dan Wakil Rektor UNP, Muhamad Muslih, S.T., M.Kom.

Komandan Detasemen Menwa Sukabumi, Gia Yosep Gunawan dalam sambutannya mengharapkan kegiatan yang digelarnya bisa memberikan kontribusi positif bagi keharmonisan bangsa. Dia mengajak semua masyarakat untuk terus menjalin silaturahmi dan menjunjung komitmen dengan menempatkan Pancasila sebagai ideologi bangsa.

Sementara itu dalam ceramahnya, Sayed mengatakan, proses demokratisasi di Indonesia berjalan lebih cepat dibandingkan negara lain. Namun politik juga semestinya tetap bersandar pada nilai budaya agar terbangun harmonisasi dalam kehidupan bangsa.  

“Dahulu perlu beberapa tahapan untuk terjadi pergerakan, sekarang ini bisa lebih cepat. Walaupun begitu bangsa kita tidak akan pecah karena kita punya nilai yang diturunkan para leluhur,” ujar Sayed.

Sementara itu Fajar Laksana mengatakan, kebutuhan paling mendasar dalam pembangunan adalah keamanan yang dapat menjamin stabilitas kehidupan sosial budaya dan politik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sehebat apapun program pembangunan, kata dia, akan hancur dalam sekejap ketika terjadi gangguan keamanan dan instabilitas.

“Saat ini perlu dilakukan harmonisasi antar elemen bangsa di NKRI terutama setelah pelantikan Presiden dan Wakil Presiden baru. Kita jalin kembali persatuan dan kesatuan agar bisa terlaksana pembangunan,” ujarnya.  

Dia juga menyarankan para peserta diskusi yang hadir untuk bertanya tentang kondisi Indonesia kepada ahlinya, bukan ke media sosial.  Fajar setuju Pancasila diperkenalkan kembali secara mendalam di kalangan mahasiswa dan pelajar untuk menumbuhkan rasa nasionalisme.

Adang Hidayat yang mewakili Kesbangpol Kabupaten Sukabumi mengapresiasi kegiatan tersebut. Dia melihat pentingnya sinergitas antara pemerintah daerah dan masyarakat khususnya mahasiswa dalam mewujudkan harmonisasi antar elemen masyarakat.

Kabupaten Sukabumi akan menyelenggarakan Pilkades serentak, lanjutnya. Sinergitas dan kerja sama antara elemen perlu ditingkatkan untuk mensukseskan hajat demokrasi di tingkat desa tersebut.

“Harapan kami peran mahasiswa tetap berfungsi sebagi elemen kontrol dan memberikan masukan-masukan positif kepada Pemda yang disampaikan secara profesional dan prosedural,” tutur Adang. (*)

Print Friendly, PDF & Email