Panitia Caringin Wetan Sosialisasikan Pilkades

oleh -
Panitia Pilkades Caringin Wetan menggelar sosialisasi terkait hajat demokrasi di tingkat desa yang akan digelarnya. Pada kegiatan tersebut tampak hadir antara lain dari kiri ke kanan Brigpol Yusuf (Bhabinkamtibmas Desa Caringin Wetan), Emi Sulaemi (Kasi Pemerintahan Kecamatan Caringin), Ece Hedisetiana (Ketua Panitia Pilkades), Yudi Gunawan (Sekretaris Panitia), Deni Hasby (Wakil Ketua Panitia).

Wartawan Usep Mulyana

Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Caringin Wetan menggelar sosialisasi tentang hajat demokrasi yang akan digelarnya. Sosialisasi diselenggarakan pada Sabtu (24/8/2019) di  Aula Desa Caringin Wetan, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi.

banner 970x90

Ketua Panitia Pilkades Caringin Wetan, Ece Hedisetiana mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk mensosialisasikan tahap-tahapan Pilkades kepada masyarakat.

Pada sosialisasi itu, Ece dan rekan-rekannya menyampaikan materi seputar penjaringan bakal calon (balon), penetapan calon, hingga pelaksanaan Pilkades serempak se-Kabupaten Sukabumi padq bulan November mendatang.

Berdasarkan ketentuan, jumlah bakal calon yang akan mengikuti Pilkades tidak dibatasi jumlahnya oleh panitia. Pada tahap penerimaan balon, kata Ece, panitia hanya memeriksa kelengkapan administrasi saja.

“Tugas panitia antara lain memeriksa identitas dan riwayat hidup, pendidikan, pekerjaan, dan memastikan para balon tidak pernah terlibat tindak pidana dan bergabung dengan organisasi terlarang,” jelas Ece.

Jika para balon dinyatakan lolos tes administrasi, selanjutnya mereka harus mengikuti tes kesehatan di rumah sakit rujukan dan tes bebas narkoba oleh BNN. Para balon juga harus mengikuti interview yang diselenggarakan oleh tim akademisi dari UMMI dan STISIP. Nantinya panitia di tingkat kabupaten yang akan menetapkan para balon menjadi calon. 

Ditemui di tempat terpisah, Sekretaris Panitia Pilkades Caringin Wetan, Yudi Gumawan menjelaskan, jumlah pemilih dalam DPS mencapai 3.711 orang dari 5.325 jiwa penduduk. Dari jumlah tersebut sebagian berasal dari kalangan pemilih pemula yang saat pencoblosan umurnya menginjak 17 tahun. (*)

Print Friendly, PDF & Email