Pesantren Al-Fath Sukses Kembangkan Usaha Pertanian

oleh -
Pimpinan Pesantren Dzikir Al-Fath ketika diterima pejabat pertanian Provinsi Jawa Barat di Cianjur untuk menjelaskan pemanfaatan alat pertanian yang diterima dari Pemprov Jabar.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Pondok Pesantren Dzikir Al-Fath yang terletak di Perum Gading Kencana, Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Gunungpuyuh Kota Sukabumi terus berinovasi. Bukan hanya mengembangkan dunia pendidikan, usaha peternakan, dan obat herbal, pesantren tersebut juga tengah mengembangkan bisnis pertanian dengan mengelola usaha pelayanan jasa alat pertanian. 

banner 970x90

Dihubungi wartawan via telepon seluler, Pimpinan Ponpes Dzikir Al-Fath, KHM. Fajar Laksana, Rabu (24/6/2020), mengatakan, berkat bantuan  alat pertanian dari Pemprov Jabar, Pesantren Al-Fath bisa menghasilkan berbagai produk pertanian dan obat-obatan yang membuktikan kepiawaian Fajar dan para santri dalam mengelola alat pertanian.

“Kami menerima tiga jenis alat pertanian yang semuanya telah kami manfaatkan sebagai sarana untuk menunjang kemajuan usaha pertanian yang kami tekuni,” jelas Fajar.

Alat-alat pertanian yang diterima Pesantren Al-Fath terdiri dari mesin suling, mesin pengering, dan alat pembajak tanah. Pemanfaatan mesin suling telah menghasilkan Biosin 36 yakni sejenis cairan disinfektan yang digunakan untuk membunuh dan mencegah penyebaran Virus Corona.

“Alhamdulillah selama empat bulan cairan Biosin 36 kami gunakan untuk mencegah penyebaran Virus Corona. Mesin suling ini juga bisa digunakan untuk memproduksi minyak wangi yang dijual ke masyarakat. Kehadiran mesin suling ini dapat menambah pendapatan pondok pesantren,” jelas Fajar.

Selanjutnya mesin pengering yang digunakan untuk memproduksi obat herbal Anti Corona (Anticor) oleh Etnofarmaka Al-Fath yang dikelola Ponpes Dzikir Al-Fath. Anticor digunakan untuk menanganai orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam penngawasan (PDP) terkait penyebaran wabah Covid-19.

“Setelah melalui uji klinis selama empat bulan, Anticor bisa menyembuhkan ODP dan PDP. Kami juga membuat obat herbal anti kanker, anti mag, dan obat untuk menurunkan kolesterol. Kami membuat obat herbal lebih dari 50 jenis dengan pasien yang terdaftar sebanyak 300 orang,” kata dia.

Adapun alat pembajak sawah didayagunakan untuk menunjang pengolahan 650 hektare lahan perkebunan ubi jalar. Dalam pengolahan lahan tersebut, Al-Fath bekerja sama dengan PT Satria Tani Muda. Ubi jalar yang dihasilkan dari kebun tersebut diekspor ke Jepang.

Pada Selasa kemarin, Fajar bersama para Santri Tani Al-Fath (Santani Al-Fath) Milenial Jabar Juara bertemu dengan dua pejabat pertanian untuk menjelaskan keberhasilannya dalam memanfaatkan tiga alat pertanian tersebut. Rombongan Santani Al-Fath diterima di Kantor Balai Pengembangan Alat Makanisasi Pertanian Kabupaten Cianjur. 

Pejabat yang menerima Fajar dan para santrinya yaitu Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat, Hendy Jatnika dan Kepala Balai Pengembangan Mekanisasi Alat Pertanian Provinsi Jawa Barat, Teguh Khasbudi. (*)

Print Friendly, PDF & Email