Laskar Fisabilillah Tidak Mentolerir Bang Emok dan Bangke

oleh -
Anggota Laskah Fisabilillah siap bergerak ke berbagai pelosok kota untuk menggelar sosialisasi anti rentenir.
Ketua Umum Laskah Fisabilillah yang juga pimpinan Ponpes Arrifa’ah, Ustadz Muhammad Kholil Asubki atau Abi.

Wartawan Denny Nurman AJ

Sikap dan ketegasan Laskar Fisabilillah terhadap praktik rentenir pendukung riba tidak bisa ditawar-tawar lagi. Dengan tegas, Laskar Fisabilillah menolak kehadiran pelaku riba di balik koperasi dalam segala bentuk dan turunannya termasuk bank emok dan bank keliling (bangke).

banner 970x90

“Kami memperhatikan dengan serius, pergerakan rentenir sudah merajalela dan semakin masif sehingga masyarakat harus menanggung dampak buruknya,” kata Ketua Umum Laskar Fisabilillah Ustadz Muhammad Kholil Asubki yang biasa dipanggil Abi di Ponpes Arrifa’ah  Kampung Cibungur RT 91 RW 02 Kelurahan Limusnunggal, Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi, Selasa (23/6/2020) petang.

Sebagai organisasi pergerakan berbasis pesantren, ujar Abi, Laskar Fisabilillah memiliki kewajiban untuk menegakkan hukum Allah SWT dan ajaran Rasulullah. Agama Islam menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. 

Banyak dampak buruk dari bank emok dan bank keliling, lanjut dia. Gara-gara terlilit utang kepada rentenir, banyak rumah tangga yang hancur berantakan. Aktivitas rentenir ini berlindung di balik koperasi simpan pinjam, padahal mereka yang meminjam uang ke bank emok atau bank keliling bukan anggota koperasi tersebut.

“Untuk mencegah penyebaran praktik riba itu, kami melaksanakan sosialisasi tentang bahaya riba dalam beberapa hari ini dengan pemasangan spanduk dan ceramah dari lingkungan ke lingkungan,” tutur pimpinan Pesantren Arrifa’ah  ini.

Sosialisasi telah dilaksanakan di beberapa kecamatam seperti Baros dan Cibeureum. Selanjutnya Laskar Fisabilillah akan mensosialisasikan bahaya riba di kecamatan-kecamatan Cikole, Lembursitu, Gunungpuyuh, Warudoyong, dan Citamiang. 

“Kami harapkan pemerintah dapat memberikan solusi yang terbaik untuk warga yang terlilit utang kepada rentenir. Kepada masyarakat berhati-hatilah berurusan dengan lembaga keuangan berkedok koperasi padahal itu praktik rentenir agar kita tidak terlilit hutang dengan bunga besar dan bertumpuk,” tutur Abi. 

Salah seorang warga Kang Yandi yang tinggal di Kampung Nanggela RT 01 RW 06 Kelurahan/ Kecamatan Baros Kota Sukabumi menyambut gerakan anti rentenir yang dilancarkan oleh Laskar Fisabilillah. Dia mengharapkan gerakan tersebut dapat mengurangi aksi rentenir di masyarakat. (*)

Print Friendly, PDF & Email