Pemda Luncurkan Program Integrasi Data Pertanahan

oleh -
Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami (kiri) menyaksikan penandatanganan program Si Petarung antara Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kabupaten Sukabumi, Hj. Teti Twofri Saptiati dan Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Sukabumi, Achdiar P. Asmara.

Wartawan AEP SAEPUDIN

Guna mengintegrasikan urusan pertanahan dan penataan ruang, Pemkab Sukabumi meluncurkan program integrasi data pertanahan dan penataan ruang berbasis geospasial. Peluncuran program tersebut ditandai oleh penandatanganan kerja sama antara Pemkab Sukabumi dengan Kantor Pertanahan Kabupaten Sukabumi tentang Sistem Informasi Pertanahan dan Tata Ruang (Si Petarung).

Penandatanganan Si Petarung dilakukan oleh Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (DPTR) Kabupaten Sukabumi, Hj. Teti Twofri Saptiati dan Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Sukabumi, Achdiar P. Asmara  di Hotel Augusta, Cikukulu, Cicantayan, Jumat (22/11/2019) lalu. Program integrasi data pertanahan dan penataan ruang berbasis geospasial itu diresmikan oleh Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami.

Dalam arahannya, bupati mengatakan untuk mengintegrasikan urusan pertanahan dan penataan ruang, perlu diakselerasikan tiga instrumen yaitu Kebijakan Satu Peta (KSP), neraca penatagunaan tanah, dan konsolidasi lahan. Guna mewujudkan ketiga instrumen tersebut, ujar bupati, dalam pelaksanaannya diperlukan tertib pertanahan dan penataan ruang dengan pengelolaan terpadu.

“Penandatanganan Si Petarung sangat relevan dengan target-target pada program integrasi data pertanahan dan penataan ruang berbasis geospasial,” kata Marwan.

Saat ini, lanjut dia, Pemkab Sukabumi menghadapi kendala dalam penyelenggaraan program pertanahan dan penataan ruang antara lain belum adanya keterpaduan dan sinergitas. Terkait KSP, neraca penatagunaan tanah, dan konsolidasi lahan, Marwan menekankan perlunya akselerasi dan integrasi data.

“Dinas Pertanahan dan Tata Ruang sudah memulai dengan membuat perjanjian Si Petarung yang merupakan kerja sama tentang integrasi data pertanahan dan penataan ruang berbasis geospal. Kami harapkan Si Petarung akan menjadi pemicu pengembangan kerja sama dengan intansi lainnya terkait pertanahan dan penataan ruang,” ujar dia.  

Sementara itu Sekretaris DPTR Kabupaten Sukabumi, Asep Rahmat Mulyana menerangkan tujuan dari kegiatan yang digelarnya adalah untuk memperkenalkan sistem informasi berbasis geospasial. Sistem ini penting untuk mendukung integrasi rencana tata ruang berbasis bidang tanah atau hak atas tanah berbasis rencana tata ruang.

“Melalui kegiatan ini, kami juga memperlihatkan penggunaan konsep sistem informasi pertanahan dan penataan ruang kepada para pelaku membangun wilayah di Kabupaten Sukabumi,” jelas Asep.

Pada kegiatan itu tampak hadir para 100 peserta dari unsur DPRD Kabupaten Sukabumi, Badan Informasi Geospasial, Kantor Pertanahan, perwakilan instansi pusat, unsur perangkat daerah, dan para camat. (*)

Print Friendly, PDF & Email