Positif, Ruko Jadi Café di Bhayangkara Tidak Ber-IMB

oleh -
Hendry Iman Hermansyah

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Bangunan ruko yang berubah bentuk dan fungsi menjadi café di Jalan Bhayangkara Kota Sukabumi belum mengurus IMB untuk perubahan bangunan tersebut. Semestinya berdasarkan aturan, kegiatan pembangunan di ruko tersebut  harus dihentikan.

banner 970x90

Hal itu dikatakan Kabid Perizinan pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Sukabumi, Hendry Iman Hermansyah di kantornya, Senin (23/9/2019). Iman menyampaikan, untuk mengubah bangunan ruko, pemiliknya harus mengajukan permohonan IMB yang baru. 

“Sampai sekarang belum ada pengajuan IMB ke kami untuk ruko yang akan dijadikan café di Jalan Bhayangkara. Makanya saya berkoordinasi dengan Satpol PP untuk mengambil langkah guna menghentikan kegiatan pembangunan di tempat itu,” kata Iman.

Kegiatan pembangunan, lanjut dia, baik baru maupun untuk perubahan, baru bisa dilaksanakan setelah pemiliknya mengantungi IMB.  Selama DPMPTSP belum mengeluarkan IMB, pemilik lahan dilarang melaukan kegiatan pembangunan.

Iman juga mempersoalkan perubahan lahan parkir menjadi bangunan tambahan untuk café tersebut. Hal itu tidak sesuai dengan ketentuan pada Perda tentang Bangunan Gedung dan Perda tentang Retribusi. Semua pemilik tempat usaha harus menyiapkan lahan parkir sesuai dengan IMB. 

“Jelas-jelas bangunan café itu menyalahi aturan. Jadi harus dibongkar,” tandasnya.

Berita sebelumnya….

Satpol PP Desak Pemilik Café di Bhayangkara Urus IMB

Seperti diberitakan sebelumnya, kegiatan pembangunan di ruko yang akan dijadikan café di Jalan Bhayangkara disidak oleh Satpol PP. Kegiatan pembangunan itu mengubah lahan parkir menjadi bangunan dan lokasinya berada di dekat persimpangan menuju RSUD R. Syamsudin, S.H. Satpol PP memperingatkan pemilik bangunan untuk segera mengurus IMB perubahan.

Selama ini, kata Iman, pihaknya kesulitan mengawasi bangunan yang tidak memiliki IMB karena keterbatasan personel. Jajarannya  akan bertindak untuk menertibkan bangunan yang tidak ber-IMB sesuai temuan di lapangan atau berdasarkan laporan dari masyarakat.  

“Kami mengimbau para pengusaha yang ingin berinvestasi di Kota Sukabumi, baik membuat usaha baru atau alih fungsi usaha, agar berkoordinasi dan konfirmasi ke DPMPTSP untuk diarahkan legalitasnya,” ujar dia.  

Pada bagian lain Iman menyayangkan sebagian masyarakat tidak memperhatikan urusan perizinan. Padahal sekarang, mengurus perizinan lebih mudah karena menggunakan sistem OSS  (Online Single Submission) yang terintegrasi secara elektronik. (*)

Print Friendly, PDF & Email