Musibah Pemberangkatan Calhaj, DPRD Rapat dengan Kemenag

oleh -
Ketua DPRD Kota Sukabumi, Yunus Suhandri (ketiga dari kiri) saat memimoin rapat dengat pendapat bersama Kantor Kemenag dan Bagian Kesra Pemkot Sukabumi untuk membahas lokasi penjemputan haji dan rencana lokasi pemberangkatan calon haji tahun depan.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

DPRD Kota Sukabumi menggelar rapat dengar pendapat bersama Kantor Kementerian Agama Kota Sukabumi dam Kabag Kesra Setda Pemkot Sukabumi, Selasa (23/7/2019). Pada rapat yang digelar di Gedung DPRD di Jalan Ir. H. Juanda Kota Sukabumi itu, para peserta membahas perbaikan sistem pemberangkatan calon haji (calhaj) dan penjemputan haji untuk mencegah musibah yang menelan korban jiwa. 

banner 970x90

Rapat dipimpin Ketua DPRD Kota Sukabumi, Yunus Suhandi yang didampingi Ketua Komisi I, Faisal Anwar Bagindo, Ketua Komisi III, Gagan Rachman Suparman bersama anggota H. Gundar Kolyubi, Fatimah, dan Purnama, serta dari Komisi II,  Irwan Setiawan dan Dadang Suparman. 

“Kami minta Kantor Kemenag dan Pemkot Sukabumi  untuk mengevaluasi kembali sistem pemberangkatan calon haji dan penjemputan haji,” kata Yunus saat memimpin rapat. 

Musibah saat pemberangkatan calon haji kloter 37 yang dipicu oleh senggolan bodi bus pada pilar pagar membuat luka yang mendalam bagi warga Kota Sukabumi, ujar Yunus. Pada musibah yang terjadi Selasa (16/7/2019) petang di Gedung Juang 45 itu,  Hani Shafiy Tsaniya Hasani  siswa kelas VII SMPN 5 Kota Sukabumi meninggal dunia dan empat orang lainnya luka-luka.

“Ke depan harus dipikirkan lokasi pemberangkatan calon haji yang representatif dengan tempat parkir yang luas dan bisa menampung keluarga yang mengantar jemaah calon haji,” ujar Yunus.

Seusai rapat dengar pendapat, Plt Kabag Kesra Setda Kota Sukabumi, Aang Zaenudin mengatakan, pihaknya diberi mandat untuk mengusulkan perda yang terkait dengan pemberangkatan calon haji dan penjemputan haji. Dalam jangka pendek ini, Aang dan jajarannya harus menentukan tempat penjemputan haji yang lapang dan dapat menampung kendaraan serta keluarga para haji.

“Kami menerima tiga usulan dari Anggota Dewan tentang lokasi penjemputan haji  yaitu Setukpa Polri, Balai Kota, dan GOR Surya Kencana,” jelas Aang.

Untuk memutuskan lokasi pastinya, lanjut dia,  Pemkot Sukabumi akan segera menggelar rapat koordinasi bemrsama Kantor Kemenag, Polres Sukabumi Kota, dan Satpol PP. Rapat akan menghasilkan keputusan lokasi penjemputan haji yang  representatif dan memenuhi standar paling baik. 

Terkait usulan pembangunan Gedung Haji, Aang mengatakan, hal itu sudah direncanakan untuk diwujudkan di lokasi pusat perkantoran di Kecamatan Cibeureum. Mengenai raperda, Aang menyanggupi tahun depan akan  mengusulkan draf perda yang mengatur tata laksana pemberangkatan dan pemulangan jamaah haji.

Sementara itu Ketua Komisi III,  Gagan meminta Bagian Kesra untuk mengurusi pengembalian semua dana yang telah disetorkan ke SMPN 5 Kota Sukabumi oleh orang tua Hani yang menjadi korban musibah pemberangkatan calon haji.  Sebab Hani terdaftar sebagai peserta didik baru yang belum menggunakan fasilitas di SMPN 5. (*)

Print Friendly, PDF & Email