Badan Kepegawaian Lepas Tangan Soal Tenaga Kerja Sukarela

oleh -
BKPSDM hanya mengenal status pegawai PNS dan THL.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Pemberhentian Tenaga Kerja Sukarela (TKS) di beberapa perangkat daerah karena upah kerja direalokasi untuk penanganan Covid-19 prosesnya di luar kewenangan dan pengetahuan BKPSDM (Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia) Kota Sukabumi.

banner 970x90

Di lingkungan BKPSDM Kota Sukabumi tidak dikenal nomenklatur TKS, istilah yang dikenal hanya Tenaga Harian Lepas (THL) untuk pegawai non-PNS. Semua THL terdaftar di BKPSDM dan memiliki databasenya. 

“Nomenklatur untuk TKS kami tidak tahu. Kami hanya mengurus THL karena surat tugasnya ditandatangani oleh Pak Wali selaku PPK (Pejabat Pembuat Komitmen),” kata Kepala Bidang Kepegawaian pada BKPSDM Kota Sukabumi, Taufik Hidayah kepada wartawan via telepon seluler, Selasa (23/6/2020).

Untuk TKS, kata Taufik, sebagaimana diketahui bersama, surat tugasnya ditandatangani oleh kepala perangkat daerah. BKPSDM tidak mengetahui proses rekrutmen pegawai berstatus TKS.

Sebenarnya, kata dia, jika kekurangan pegawai perangkat daerah bisa mengajukan rekrutmen THL melalui BKPSDM. Misalnya suatu perangkat daerah berdasarkan beban kerja membutuhkan 50 pegawai, tapi yang tersedia 30 orang. Kekurangannya sebanyak 20 orang bisa diambil dari THL yang diusulkan perangkat daerah kepada wali kota melalui BKPSDM.

“Untuk TKS kami tidak pernah tahu mekanisme perekrutannya termasuk syarat, jumlah pegawai yang dibutuhkan, pendidikan, dan formasinya,” ujar Taufik.

Sedangkan untuk upah THL dianggarkan di dalam APBD pada rekening yang dikelola perangkat daerah di rekening PPAP (Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif). Untuk upah TKS, sejauh yang diketahui Taufik, rekeningnya disimpan di berbagai kegiatan.

“Jadi ketika kegiatannya ditiadakan maka tidak ada pula upah dari kegiatan tersebut untuk para TKS,” jelas Taufik.

“Apabila SKPD melaporkan kekurangan pegawai mungkin akan dipikirkan bersama mencari solusi berdasarkan dokumen peta jabatan dan analisis kerja,” tambahnya. (*)

Print Friendly, PDF & Email