Musim Hujan Sudah Puncaknya, Petani di Surade Masih Kesulitan Air

oleh -
Saluran irigasi di kawasan Pajampangan masih kering kerontang di tengah puncak musim hujan bulan Januari.

Wartawan Dicky Sopyan

Kelangkaan air di sejumlah saluran irigasi di wilayah Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi masih tetap terjadi. Padahal memasuki minggu III bulan Januari, musim hujan hampir mencapai puncaknya.

banner 720x90

Berdasarkan pantauan di lapangan, beberapa saluran irigasi di Desa Cipeundeuy, Kecamatan Surade tetap kering kerontang.

“Aneh, di tengah musim hujan ini, saluran irigasi yang mengalir ke sawah kami belum ada airnya. Padahal sawah kami sangat membutuhkan air,” kata Entis Sutisna (50), warga Desa Cipeundeuy kepada wartawan, Kamis (23/1/2020).

Saat ini, umur padi di sawahnya belum genap satu bulan. Pada umur-umur tersebut, padi miliknya membutuhkan pasokan air yang melimpah. Selama ini sawahnya hanya mengandalkan pasokan air dari hujan. Tentu tidak mencukupi.

“Hujan kan tidak turun tiap hari. Kalau tidak turun hujan dua hari saja, sawah saya langsung kekurangan air. Sisa air yang ada di sawah pelan-pelan menjadi uap,” ujarnya. 

Entis juga merasa bingung menghadapi fenomena cuaca saat ini yang ditandai dengan berkurangnya intensitas hujan. Seharusnya, pada dua bulan awal tahun yakni Januari dan Februari, curah hujan masih tetap tinggi.  

“Di bulan Januari sekarang hujan mulai berkurang. Saluran irigasi belum juga dipenuhi air. Kami jadi bingung,” tutur dia.

Tidak hanya di Surade, kekurangan air pada saluran irigasi juga terjadi di Jampangkulon, Ciracap, Ciemas,  dan Kecamatan Tegalbuleud. Di kecamatan-kecamatan tersebut, sudah satu minggu tidak turun hujan. Saluran irigasi tidak mendapat kering pasokan air dari hulu sungai. 

“Kalau airnya kering seperti sekarang ini, kami tidak bisa menaman padi. Kami juga khawatir sawah kami kekurangan air. Sulit diharapkan kami  bisa menanam padi lagi,” ungkap Entis. (*)

Print Friendly, PDF & Email