Pemkot akan Menghitung Biaya Pembangunan Ibu Kota

oleh -
Rudi Djuansyah

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Rencana pembangunan pusat pemerintahan Kota Sukabumi di wilayah Kecamatan Cibeureum baru sampai tahap pembuatan masterplan yang merupakan hasil lomba oleh Dinas Pekerjaan umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPUPRPKPP). Sampai saat ini, masterplan tersebut hanya sebagai gambar tanpa dilengkapi detail rincian kebutuhan biaya pembangunan.

“Masterplan ini tidak mendetail, hanya gambar saja, belum disertai kebutuhan biaya pembangunan secara rinci. Tahun depan kami akan membuat masterplan yang lebih detail disertai perhitungan biaya pembangunan,” kata Kepala Bappeda Kota Sukabumi, Rudi Djuansyah ketika dihubungi wartawan, Selasa (22/10/2019).

Pembuatan masterplan disertai rincian biaya pembangunan, ujar Rudi, akan dilaksanakan melalui prosedur pelelangan. Nantinya, pada masterplan tersebut akan tercantum biaya pembangunan infrastruktur dan fasilitas penunjang seperti jaringan jalan, drainase, gedung-gedung, jaringan listrik, dan jaringan telepon.

“Semua unsur biaya untuk membangun ibu kota di Cibeureum itu harus tergambarkan dengan jelas dan detail pada masterplan yang dirinci,” jelas dia. 

Pemkot Sukabumi sebagai perencana dan pemilik bangunan yang akan dikembangkan itu, tutur Rudi, belum mengetahui  kebutuhan biaya untuk pembangunan ibu kota baru di Cibeureum. Dari hasil lelang pembuatan masterplan yang digelar tahun depan, rincian biaya pembuatan gedung Setda, DPRD, dan gedung-gedung lainnya akan tampak beserta rinciannya.

Pusat pemerintahan di Kecamatan Cibeureum diproyeksikan membutuhkan lahan sekitar 11 hektare. Gedung-gedung yang dibangun di kompleks pemerintahan yang baru itu merupakan satu kesatuan yang terintegrasi. Setelah pembuatan masterplan secara detail, pada tahun 2021, Pemkot Sukabumi dapat menentukan bangunan yang akan ditenderkan lebih dahulu.

“Dana yang akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan pembangunan gedung pemerintahan itu berasal dari APBD dan sumber dana lainnya,” jelas Rudi.

Lelang pembangunan baru dapat dilakukan setelah Pemkot Sukabumi mengetahui rincian biaya untuk membangun gedung-gedung dan fasilitas pendukungnya. Karena itu, masterplan yang disertai rincian biaya harus dibuat sebelum dilaksanakan lelang untuk pembangunan gedung-gedung. (*)

Print Friendly, PDF & Email