Al-Fath Peringati HSN dengan Lomba dan Ceramah Umum

oleh -
Para santri dari Pesantren Dzikir Al-Fath mengikuti kegiatan ceramah umum di Masjid Agung Kota Sukabumi dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional.

Wartawan Iyus Firdaus

Pondok Pesantren Dzikir Al-Fath memeriahkan HSN (Hari Santri Nasional) dengan berbagai lomba dan ceramah umum. Jenis lomba yang digelar antara lain lomba hadroh, cerdas cermat, musabaqah hifdzil Qur’an, musabaqah sahril Qur’an, terjemahan  tiga bahasa Indonesia, Inggris dan Arab, dan lomba speak kontes dua bahasa Arab dan Inggris tingkat Provinsi Jawa Barat.  

“Untuk puncak peringatan Hari Santri Nasional, kami membawa para santri ke Masjid Agung Kota Sukabumi untuk mengikuti ceramah umum. Para santri dilibatkan dalam gerakan memakmurkan masjid,” kata pimpinan Ponpes Dzikir Al-Fath, KHM. Fajar Laksana saat ditemui wartawan di tempat peringatan HSN, Selasa (22/10/2019).

Adapun untuk aneka lomba, semuanya dipusatkan di Gedung Juang 45 pada Senin (21/10/2019) atau satu hari sebelum puncak peringatan HSN. Jumlah peserta lomba mencapai 142 orang dari berbagai daerah untuk memperebutkan Piala Gubernur Jawa Barat. 

Para santri mengikuti upacara peringatan HSN di Lapang Merdeka bersama Wali Kota Sukabumi. Lalu mereka melakukan kegiatan studium generale di Masjid Agung. Rencananya ceramah umum digelar sampai dengan Kamis (24/9/2019). 

Tema peringatan HSN tahun ini lebih fokus pada pembelajaran pendidikan Islam di masjid bukan di kelas. Untuk kegiatan di Masjid Agung, Fajar juga mengundang para alumni pesantrennya yang sedang menuntut ilmu di Mesir untuk menjadi pembicara.

“Hari Santri tahun ini diprogramkan untuk memakmurkan masjid. Tujuannya untuk mendekatkan kembali umat Islam kepada Al-Quran dan Sunah. Di Hari Santri ini mari kita makmurkan masjid dan tingkatkan tahfiz Quran,” ujarnya.

Fajar juga mengajak masyarakat untuk bergabung dengan para santri di Masjid Agung. Masyarakat diajak untuk terlibat dalam proses pembelajaran ke-Islaman terutama pada pembelajaran Al-Quran dan Hadist.

“Kami mengharapkan pemerintah daerah maupun pusat dapat lebih memperhatikan pendidikan di pondok pesantren. Kami yakin harapan kami ini akan terwujud mengigngat Wakil Presiden RI dan Wakil Gubernur Jawa Barat berasal dari kalangan kiai,” tuturnya.

Saat ini pemerintah sudah mulai memberikan perhatian pada pesantren, salah satunya  program Satru Desa Satu Tahifdz Quran dari Gubernur Jawa Barat. Ponpes Dzikir Al-Fath terpilih untuk ambil bagian di dalam program one product one pesantren.

“Program one pesantren one product berarti pesantren memiliki kekuatan ekonomi. Maka kami membina kewirausahaan para santri,” kata Fajar. (*)

Print Friendly, PDF & Email