UPT Parkir Tertibkan Area Parkir yang Salah Peruntukan

oleh -
Kepala UPT Parkir Dishub Kota Sukabumi, Rudi Hartono (tengah) bersama timnya terjun ke Jalan Dago untuk menertibkan area parkir khusus roda empat yang digunakan oleh kendaraan roda dua.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Area parkir di Jalan Ir. H. Juanda atau Jalan Dago beberapa hari ke belakang sampai hari ini terjadi salah peruntukan. Pada salah satu titik yang  seharusnya untuk parkir roda empat, oleh juru parkir (jukir) digunakan untuk kendaraan roda dua.  Hal tersebut menimbulkan sorotan dari masyarakat, sampai-sampai Wali Kota Sukabumi menegur UPT Parkir Dinas Perhubungan Kota Sukabumi. 

banner 970x90

Kepala UPT Parkir Dishub Kota Sukabumi, Rudi Hartono mengatakan, pihaknya telah  menegur dan memberikan sanksi kepada jukir yang melakukan kesalahan dalam pengaturan parkir tersebut. Rudi mengakui, timnya tidak bisa memantau 100 persen kinerja juru parkir. Dia menandaskan, kesalahan yang terjadi di Jalan Dago merupakan kelalaian jukir. 

“Jukir harus mengikuti aturan. Hari ini saya tegur jukir yang melakukan kesalahan di Jalan Dago. Dia tidak boleh bertugas selama tiga hari ke depan karena melanggar aturan yang telah disepakti,” kata Rudi ketika ditemui di Jalan Dago, Senin (22/7/2019).

Sepeda motor yang diparkir di area untuk parkir mobil itu, berdasarkan keterangan jukir, jelas Rudi, adalah milik siswa SMAN 4 Kota Sukabumi. Rombongan sepeda motor tersebut tidak dapat masuk ke lingkungan sekolah karena pengemudinya  tidak memiliki SIM.

“Kami sudah memerintahkan staf untuk menyampaikan pesan ke pihak sekolah agar kendaraan tersebut segera dipindahkan atau diangkut ke dinas,” ujar dia. 

Area parkir mobil itu harus segera disterilkan dari sepeda motor. Berdasarkan ketentuan yang berlaku, areal dari seberang DPRD Kota Sukabumi menuju Balai Kota di sisi barat dijatahkan untuk parkir kendaraan roda empat.  Sedangkan untuk parkir roda dua mulai dari  seberang Gedung DPRD ke arah bawah di sisi yang sama. 

“Tadi jukir mengajukan alasan, pendapatan parkir dari roda dua lebih besar dari roda empat. Tapi itu tidak bisa dijadikan pembenaran. Kami tidak  mematok pendapatan di area tersebut, setoran jukir kepada kami disesuaikan dengan dengan pendapatan perhari,” ujar Rudi.

Selama tiga hari ke depan, tugas jukir yang tidak mentaati kesepakatan itu akan digantikan oleh petugas dari korlap parkir. Rudi yakin, di tangan korlap, penataan dan peruntukan lahan parkir dapat berjalan sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku. (*)

Print Friendly, PDF & Email