Dishub Tangani Lubang Misterius di Dayeuhluhur

oleh -
Saluran air yang terletak di bawah pertigaan Jalan Koleberes mengalami amblas pada salah satu sisi konstruksinya sehingga membentuk lubang di badan jalan. Konstruksi saluran ini tanpa beton, hanya berupa pelengkungan bata.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sukabumi melalui Bidang Bina Marga mulai menangani lubang misterius yang muncul di tengah pertigaan Jalan Koleberes, Kelurahan Dayeuhluhur, Kecamatan Warudoyong. Penanganan lubang tersebut dilakukan dengan cara dibor untuk memperluas luasan lubang sebelum ditimbun tanah, batu, campuran semen, dan lapisan aspal paling atas. 

banner 970x90

“Perbaikan jalan dengan memperlebar lubang. Kami mengimbau para pengguna jalan harus berhati-hati ketika melewati pertigaan Jalan Koleberes,” kata Kepala Dishub Kota Sukabumi, Abdul Rachman kepada wartawan, Senin (22/7/2019).

Dari hasil kajian tim teknis Bina Marga,  ujar Abdul, Dishub menyimpulkan, munculnya lubang tersebut dipicu oleh robohnya konstruksi saluran drainase yang umurnya sudah sangat tua. Saluran drainase itu berada bawah badan jalan dengan posisi melintang. 

“Konstruksi saluran air berupa pasangan pelengkungan bata tanpa beton. Kondisinya tampak rapuh dan tidak kuat menahan beban yang berat. Sementara jalan di atas konstruksi tersebut sering dilewati kendaraan dengan tonase yang cukup tinggi,” ujar Abdul.

Setelah menerima laporan dari masyarakat, kata dia, Dishub langsung mengambil berbagai langkah antara lain  proteksi pengamanan dengan pemasangan traffic cone dan melakukan survei untuk mengambil tindakan penanganan fisik dan perbaikan yang tepat. 

BERITA TERKAIT

Warga Memagari Lubang Misterius di Pertigaan Dayeuhluhur

“Jalan amblas sedang diperbaiki. Nantinya akan dilakukan perubahan struktur drainase yang melintang. Kebetulan di kawasan ini sedang ada perbaikan trotoar, jadi sekalian kegiatannya dengan penanganan jalan yang amblas,” kata dia.

Mengenai dugaan salah satu penyebab amblasnya jalan adalah tingginya arus lalu lintas mobil bertonase besar ke gudang semen dan pabrik kayu di sekitar Jalan Koleberes, Abdul mengatakan hal itu masih menunggu hasil kajian. Apabila hasil kajian menyimpulkan, kendaraan besar yang lalu lalang menjadi penyebab amblasnya jalan, Dishub akan mengambil tindakan.

“Kami  akan menyurati pengelola kedua lokasi itu untuk menyampaikan  teguran tertulis disertai peringatan agar tidak mengoperasikan kendaraan besar. Saat ini kami masih fokus pada perbaikan jalan,” tutur dia.

Sementara itu, Sekretaris Dishub Kota Sukabumi, Novian Restiadi menambahkan, pihaknya pernah menyampaikan teguran lisan kepada pengelola gudang semen karena kendaraannya menabrak trotoar. Hanya saja, Dishub  tidak bisa melakukan pengawasan selama dilakukan 24 jam karena keterbatasan personel.

“Prinsipnya kami tidak akan membiarkan  truk-truk besar yang  bermuatan lebih lalu lalang di jalan yang kapasitas tonasenya tidak sesuai,” ujar Novian. (*)

Print Friendly, PDF & Email