Wali Kota Pimpin Rapat TPID

oleh -
Rapat tingkat tinggi Tim Pengendalian Inflasi Daerah bertempat di Op Room Setda Kota Sukabumi.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Wali Kota Sukabumi, H. Achmad Fahmi memimpin pertemuan tingkat tinggi tahun 2019 Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Sukabumi di Op Room Setda Kota Sukabumi, Kamis (21/3/2019). Pada pertemuan itu, Wali Kota Fahmi mengajak para peserta high level meeting itu untuk bersama-sama menjaga tingkat inflasi agar tidak melonjak-lonjak.

banner 720x90

Di antara peserta pertemuan tampak para pejabat dan petinggi lembaga keuangan di daerah diantaranya  Wakil Wali Kota Sukabumi, H. Andri Setiawan Hamami; Wakil Pimpinan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Pribadi Santoso; Pincab Bank Jabar Banten Sukabumi, Graha Noviana; BPS Kota Sukabumi; dan kepala SKPD terkait. 

Dalam sambutannya, wali kota menyampaikan inflasi berdampak negatif terhadap pembangunan dan dapat mengubah pendapatan masyarakat. Inflasi yang dipicu oleh kenaikan harga barang itu bersifat merugikan bagi masyarakat yang berpenghasilan tetap karena jumlah barang atau jasa yang mereka dapatkan menjadi lebih sedikit kuantitasnya. 

“Pemerintah Kota Sukabumi selalu berupaya mengendalika inflasi.  Untuk mendukung program pengendalian inflasi, kami memanfaatkan aplikasi pemantauan harga.  Pemenuhan kebutuhan pangan perlu didukung oleh data dan informasi tentang surplus-defisit, jalur distribusi, dan tingkat konsumsi,” ujar Fahmi.

Wali kota menyampaikan bahwa inflasi Kota Sukabumi tahun 2018 mencapai 2,95 persen. Sementara inflasi sepanjang bulan Januari hingga Februari 2019 mencapai 0,18 persen.

“Upaya yang telah dilakukan oleh Pemkot Sukabumi dalam rangka pengendalian inflasi antara lain pasar murah, pasar tani, perlindungan lahan pertanian pangan, gerakan tanam jagung, kebun bibit kelurahan, serta keamanan pangan terpadu,” jelasnya.

banner 720x90

D tempat yang sama, Wakil Pimpinan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Pribadi Santoso menyatakan bahwa ekspektasi terkait inflansi itu tinggi. Menurutnya, terdapat empat komponen yang harus dicermati dalam pengendalian inflasi yaitu menjaga suplai produk agar bisa mencukupi kebutuhan, meningkatkan produktivitas, meningkatkan distribusi, dan menjaga stabilitas distribusi.

Dia menjelaskan kondisi Jawa Barat saat ini inflansinya lebih tinggi dari nasional. Inflasi Jabar selalu berada di atas. Namun, Sukabumi termasuk penyumbang inflansi rendah.

“Pertemuan ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelaksanaan program kerja pengendalian inflasi pascabulan Ramadhan dan Idul Fitri,” ujar Pribadi. (*)

Print Friendly, PDF & Email