Perbaiki Arah Kiblat, Masjid Al-Mumtaz Direhab

oleh -
Jamaah Masjid Al-Mumtaz di Perumahan Nirwana Graha Kelurahan Dayeuhluhur, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi mendirikan shalat di dalam bangunan masjid yang masih dalam proses pembangunan.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Guna memperbaiki arah kiblat, warga Perum Nirwana Graha (PNG) RT 05 RW 07, Kelurahan Dayeuhluhur, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi bersama DKM merehab bangunan Masjid Al-Mumtaz yang terdapat di perumahan tersebut. Berdasarkan pengukuran kompas dan GPS, arah kiblat dari Masjid Al-Mumtaz berada pada sekitar 295 derajat diukur dari utara searah jarum jam mengarah ke barat laut.

Ditemui wartawan, Senin (21/10/2019), Ketua DKM Al-Mumtaz, Uus Firdaus mengatakan, masyarakat ingin menyempurnakan kekhusyuan sholat dengan penyesuaian arah kiblat berdasarkan kompas. Awalnya, kata dia, warga PNG merasa janggal dengan arah kiblat mesjid yang dibangun oleh pihak pengembangan tersebut. Setelah diukur melalui kompas terbukti arah kiblat memang salah.

“Ketika mengetahui arah kiblat tidak sesuai, kami langsung memiringkan sajadah sehingga tidak sejajar dengan arah dinding. Agar lebih sempurna lagi kami merehab total bangunan masjid,” kata Uus yang setiap hari bekerja sebagai salah seorang pejabat di Dinas Perhubungan Kabupaten Sukabumi.

Selain memperbaiki arah kiblat, rehab Masjid Al-Mumtaz juga untuk memperbaiki bagian-bagian bangunan yang kondisinya rapuh dan keropos. Jika turun hujan, air bocor dari atap menggenangi bagian tengah masjid. Sejak didirikan oleh pengembang PNG, masjid tersebut belum pernah direhab secara besar-besaran.

“Dulunya lokasi masjid ini rawa sehingga sering terjadi rembesan air yang masuk ke lantai mesjid. Karena itu kami akan merehab masjid di perumahan kami besar-besaran,” kata Uus.

Besar dana yang dibutuhkan untuk merehab masjid sekitar Rp180 juta. Dana yang terkumpul dari warga perumahan baru mencapai Rp27 juta. Pembangunan sudah berjalan kurang lebih hampir 3 minggu, DKM menargetkan rehab tersebut selesai dalam waktu 3 bulan.

“Penyelesaian rehab masjid ini tetap tergantung keuangan yang masuk berdasarkan kemampuan warga. Dengan semangat lilahi taala, kami sepakat rumah Allah ini harus bagus,” tutur dia.

Walau masjid sedang dalam tahap rehab, semangat warga PNG untuk shalat lima waktu berjamaah tidak pernah kendur. Begitu juga pengajian rutin anak-anak setiap malam dan pengajian bapak-bapak juga ibu-ibu tetap berjalan sesuai jadwal.

“Insya Allah niat ibadah kami akan diridhoi Allah SWT dan diberikan kemudahan,” ungkap dia. (*)

Print Friendly, PDF & Email