Pemda Mendukung P2HIV di Kawasan Wisata

oleh -
Bupati Sukabumi menyampaikan pesan-pesan seputar penanggulangan HIV/AIDS pada kegiatan edutainmen Program Penanggulangan HIV di kawasan wisata Palabuhanratu.

Wartawan M. Ridwan

Pemkab Sukabumi mendukung pelaksanaan edukasi dan hiburan (edutainmen) dalam rangka Program Penanggulangan HIV di kawasan wisata. Tingginya kunjungan wisatawan ke wilayah Kabupaten Sukabumi harus diikuti dengan berbagai langkah dan kegiatan untuk mencegah dampak-dampak negatif dari pariwisata.

Hal itu disampaikan Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami pada pembukaan edutainmen P2HIV di Lapang Alun-alun Palabuhanratu, Minggu (20/10/2019). Kegiatan tersebut, ujar bupati, mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS melalui edukasi, hiburan, dan informasi secara komprehensif kepada masyarakat.

“Kami mengajak semua pihak untuk bekerja sama dalam mensukseskan pelaksanaan kegiatan ini. Tujuan utamanya supaya kawasan wisata Palabuhanratu dan kawasan wisata lainnya serta wilayah Kabupaten Sukabumi terbebas dari HIV/AIDS,” kata Marwan.  

Tingginya kunjungan wisatawan ke wilayah Kabupaten Sukabumi, lanjut bupati, dapat menimbulkan dampak  yang sangat luas. Salah satunya kemungkinan tersebarnya HIV/AIDS. Untuk mencegah dampak-dampak tersebut, masyarakat harus terus-menerus diberi edukasi tentang cara pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS.  

Pada kegiatan itu, panitia menggelar kampanye dan tes HIV gratis, senam sehat, dan jalan santai yang menyusuri rute di seputaran Palabuhanratu. Penglepasan peserta jalan santai dilakukan oleh bupati dari Alun-alun Palabuhanratu.

Perwakilan KPA (Komisi Penanggulangan AIDS) Provinsi Jawabarat, Landry Kusmono menjelaskan, kegiatan P2HIV itu diselenggarakan di lokasi Pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional di Jawa Barat. Tujuannya untuk mensosialisasikan program penanggulangan HIV/AIDS.

“Kegiatan ini diarahkan untuk mensosialisasikan cara penanggulan dan untuk menghindari HIV/AIDS di kawasan pengembangan pariwisata,” jelas Landry.

Palabuhanratu dipilih sebagai lokasi edutainmen P2HIV karena termasuk kawasan pariwisata yang tinggi tingkat pengunjungnya. Di Jawa Barat, Palabuhanratu merupakan lokasi pertama yang dijadikan tempat kegiatan tersebut. (*)

Print Friendly, PDF & Email