Konfeksi Cijayeng Makin Berkembang karena Taat Komitmen

oleh -
Asep Awaludin (paling kanan) dan 3 orang pegawainya bisa menerima order jahitan dan sablon sebanyak 1.000 potong perbulan.

Wartawan Usep Mulyana

Merintis usaha dari nol, Asep Awaludin (27) warga Kampung Pangkalan 1 atau disebut juga Cijayeng, Desa Mekarjaya, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi kini menjadi usahawan muda yang sukses di bidang  konfeksi. Sebelum sampai pada kondisinya sekarang, pria yang biasa disapa Awal ini harus jatuh bangun, terutama dalam mencari pelanggan.

banner 970x90

Awal memulai usaha konfeksinya pada 2013. Dia mendapatkan modal pertama dengan menjual tape recorder model lama yang dilengkapi radio dengan harga terburu-buru Rp300 ribu. Dengan modal sebesar itulah Awal mulai membuka usaha seadanya. Dia mengerjakan pesanan sablon untuk kalangan dekat di sekitar rumahnya.

“Hasil penjualan tape itu saya gunakan untuk membeli peralatan sablon. Peralatan yang mendampingi saya ketika mengawali usaha ini mempunyai nilai sejarah dalam hidup saya,” kata Awal ketika ditemui di toko miliknya di Cijayeng, Sabtu (21/9/2019).

Dia membuka usaha sablon di rumahnya, Pelanggannya  dari lingkungan keluarga dan teman-teman dekat. Setelah itu ia melebarkan sayap usahanya ke teman-teman dan tetangga jauh. Hingga akhirnya, Awal meraih pelanggan dari berbagai desa di Kecamatan Caringin.

Selama satu tahun, Awal harus jatuh bangun dalam menjalankan usaha bersama beberapa orang temannya. Penghasilannya pas-pasan, pas untuk makan dan pas untuk biaya sehari-hari. Tidak punya lebih untuk pengembangan usaha dan membeli barang-barang rumah tangga.  

Dengan peralatan seadanya, lanjut dia, produksi sablon yang dijalankan Awal seringkali mengalami kegagalan. Hal ini bisa dimengerti karena dia mempelajari teknik sablon dari Youtube.

Setahun kemudian, tahun 2014, dia mulai mencuri perhatian masyarakat karena hasil  pekerjaannya semakin baik dan memuaskan para pelanggan. Pada tahun itu pula Awal membuka usaha konfeksi dan menerima jasa penjahitan.

Namanya semakin melambung karena Awal bisa menampilkan produk konfeksi dengan kombinasi warna yang variatif dan milenial dengan harga yang cukup terjangkau.  

“Para pelanggan tertarik dengan produk saya bukan hanya karena adanya jaminan kualitas dan kepuasan. Tapi saya berani menerima order tanpa uang muka. Zaman sekarang, mana yang berani seperti saya,” ujarnya.

Bagi Awal, setiap order dari customer adalah amanah yang harus dipenuhi sesuai komitmen. Sekarang, Awal mampu melayani jasa sablon dan jahitan dengan kapasitas 1.000 potong perbulan. Awal juga membuka toko yang diberi nama Doomed. (*)

Print Friendly, PDF & Email