Palabuhanratu Kebanjiran Ikan Tembang

oleh -
Kepala TPI Palabuhanratu, David Ibrahim (kiri) ketika menginspeksi para pedagang ikan yang menjual ikan jenis tembang dengan harga obral karena persediaan melimpah ruah.

Wartawan M. Ridwan

Sejak satu minggu belakangan ini, TPI (Tempat Pelelangan Ikan) Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi kebanjiran ikan jenis tembang (huruf e dibaca seperti pada kata ember). Karena persediannya melimpah ruah, harga ikan tersebut di pasar ikan benar-benar drop.

banner 970x90

“Berdasarkan informasi dari para nelayan, hasil tangkapan ikan jenis tembang dalam satu hari bisa mencapai 15 hingga 20 ton. Banyak sekali. Hal ini sudah berlangsung dalam satu minggu ini,” kata Kepala TPI Palabuhanratu, David Ibrahim kepada wartawan, Selasa (21/7/2020).

Saat ini para pedagang ikan di pasar TPI Palabuhanratu melepas ikan tembang perkeranjang dengan harga Rp30 ribu sampai Rp35 ribu tergantung ukuran. Ukuran satu keranjang kira-kira 20 hingga 25 kilogram. Jadi harga ecerannya sekitar Rp1,5 ribu perkilogram.

Ikan yang dijual itu untuk umur bayi yang ukurannya di bawah jari kelingking. Untuk ukuran dewasa, harga ikan tembang bisa mencapai dua atau tiga kali lipat dari harga ukuran bayi.

Pada musim paceklik, harga ikan tembang ukuran bayi bisa mencapai di atas Rp5 ribu, sedangkan ukuran dewasa mencapai Rp15 ribu perkilogram. Sekilas ikan tembang ini menyerupai ikan sarden.

“Ikan-ikan tersebut merupakan hasil tangkapan perahu bagan atau pagang yang lokasi operasinya tidak terlalu jauh dari pantai. Kapal-kapal besar jarang membawa ikan tembang ukuran bayi,” jelas David.

Sebagian besar hasil panen ikan tembang diserap oleh masyarakat lokal. Sering juga diborong oleh pemilik pengasinan dan pusat industri pindang. Setelah diasin atau dipndang, ikan tembang itu dijual ke luar Palabuhanratu seperti Kota Sukabumi dan Kabupaten Cianjur. (*)   

Print Friendly, PDF & Email