Gunakan Konstruksi Baja, Jembatan Cianggrek Selesai Dibangun

oleh -
Jembatan Cianggrek dapat memperpendek jarak dari Lengkong ke Palabuhanratu lewat Desa Mekarasih, Kecamatan Simpenan.

Wartawan M. Ridwan

Jembatan Cianggrek di Kampung Pasirjambu, Desa Mekarasih, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi selesai pembangunannya dan sudah bisa digunakan. Infrastruktur yang menggunakan konstruksi baja dan cor tebal ini merupakan akses langsung menuju Desa Langkapjaya di Kecamatan Lengkong.

banner 970x90

Pembangunan Jembatan Cianggrek dibiayai oleh dana dari Program Peningkatan Partisipasi Kecamatan (P3K) Simpenan tahun anggaran 2020 dengan anggaran sebesar Rp400 juta. Jembatan ini memiliki panjang 15 meter dengan lebar 3 meter.

Dari ujung jembatan, jarak menuju perbatasan ke wilayah Kecamatan Lengkong sekitar 3 kilometer. Sayangnya jalan selepas jembatan ini kondisinya hanya dapat dilalui sepeda motor. Sementara jalan menuju kantor desa di sisi lain jembatan tersebut sudah dapat dilalui mobil.

“Jalannya masih berlapis bebatuan dan medannya sangat curam. Kalau turun hujan jalan ini tidak dapat dilalui mobil,” kata Kepala Desa Mekarasih, Ujang Suryadi kepada wartawan, Selasa (21/7/2020).

Jalan yang melewati Jembatan Cianggrek, ujar Ujang, merupakan jalan pintas yang dapat memperpendek jarak perjalanan dari Lengkong ke Palabuhanratu. Jarak normal melalui jalan nasional dari Lengkong ke ibu kota Kabupaten Sukabumi itu sekitar 35 kilometer, sedangkan melalui Jembatan Cianggrek menjadi 21 kilometer.

Sementara itu Kasi Sapras Wilayah Kantor Kecamatan Simpenan, Lili Suryaman mengatakan, fungsi Jembatan Cianggrek sangat vital bagi warga Desa Mekarasih dan warga yang tinggal di Kecamatan Lengkong. Warga Desa Langkapjaya di Kecamatan Lengkong akan melewati jembatan ini ketika akan bepergian ke arah Palabuhanratu.

“Karena dana P3K dipangkas dari Rp1 miliar menjadi Rp400 juta setelah dialihkan untuk penanganan Covid-19, kami fokus pada pembangunan jembatan ini. Kegiatan yang lainnya seperti membangun TPT dan gorong-gorong ditunda,” ujar Lili.

Untuk perbaikan jalan, Lili mengatakan harus ada campur tangan dan pemda, provinsi, atau pusat dalam pendanaannya karena Dana Desa tidak akan cukup untuk membiayai perbaikan jalan desa tersebut. (*)

Print Friendly, PDF & Email