Bupati Ikuti Panen Raya Jagung Nasa 29 di Gegerbitung

oleh -
Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami bersama Kepala Dinas Pertanian (Kadistan) turun ke ladang untuk memetik jagung sebagai tanda diawalinya panen raya jagung musim tanam 2020.

Wartawan Nanang Setiana

Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami mengatakan, pemda terus berkonsentrasi dan tanpa henti membangun pertanian karena sektor ini potensial untuk untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Kabupaten Sukabumi memiliki potensi berupa lahan untuk mengembangkan sektor pertanian.

banner 970x90

Pernyataan bupati itu disampaikan pada acara panen raya jagung hibrida Nasa 29 di Puncak Peuyeum Suradita, Desa Ciengang, Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi, Selasa (21/7/2020). Jagung hibrida yang dipanen itu merupakan hasil budi daya Kelompok Tani (Poktan) Wargatani dan Sugihtani I. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari panen raya jagung musim tanam 2020.  

“Pemerintah Kabupaten Sukabumi berkonsentrasi dalam membangun pertanian dan terus didorong untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat seluas-luasnya,” kata bupati.

Kabupaten  Sukabumi, ujar dia,  tidak berorientasi untuk menjadi daerah industri. Potensi daerah dengan wilayah kedua terluas di Jawa dan Bali setelah Kabupaten Banyuwangi ini lebih bermanfaat dikembangkan untuk sektor pertanian daripada sektor industri.  

“Karena itu keberhasilan di bidang bidang pertanian harus dipublikasikan secara luas ke masyarakat untuk mendorong dan memotivasi para petani agar mereka lebih produktif. Juga untuk membangkitkan semangat kelompok tani,” tutur Marwan. 

Dia pun menyebutkan, inovasi dan kreativitas Poktan Wargatani dan Sugihtani I harus diteladani oleh poktan-poktan yang lain. Bupati kagum dua poktan ini bisa membudidayakan jagung hibrida pada lahan dengan ketinggian 1.100 meter di atas permukaan laut dengan hasil yang bagus dan memuaskan.  

Kegiatan panen raya jagung hibrida dilaksanakan dengan penerapan protokol kesehatan. Panitia lokal juga menyajikan atraksi seni buhun pencak silat untuk memeriahkan panen raya tersebut.

Poktan, lanjut bupati, bersama penyuluh pertanian harus sering berkoordinasi untuk membahas dinamika perkembangan teknologi pertanian.Hal itu penting agar poktan bisa menyesuaikan proses pengolahan lahan dengan kemajuan teknologi paling mutakhir.  

“Dengan semangat kebersamaan ditambah gagasan yang inovatif, pertanian bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Bahkan Kabupaten Sukabumi bisa menjadi pemasok produk pertanian yang dibutuhkan ibu kota dan kota-kota besar,” ujar Marwan.

Selain itu bupati menyampaikan, Pemkab Sukabumi secara konsisten mendukung dan mendorong kemajuan para petani yang salah satunya dengan membangun kompleks pergudangan di setiap wilayah.

“Manfaatkan peluang yang ada. Kita akan perkuat infrastruktur penunjangnya. Kami juga mengajak masyarakat untuk mengubah cara berpikir anak muda agar mereka berkeinginan untuk mengembangkan sektor pertanian,” kata dia.

Bibit jagung hibrida Nasa 29 diproduksi oleh PT Samudra Arta Abadi. Jagung jenis ini dibudidayakan di atas lahan dengan luas 50 hektare. 

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Sudrajat mengatakan, tingkat produksi jagung yang dipanen sekitar 6,13 ton per hektare. Setelah panen, lahan tersebut akan ditanami jagung kembali. Tujuannya, kata Sudarajat, agar masyarakat lebih familiar dengan jagung. 

“Komoditas jagung sangat dibutuhkan mengingat kebutuhan jagung saat ini mencapai 350 ton per hari untuk untuk memenuhi permintaan industri dan peternakan. Apalagi kondisi saat itu kuota impor jagung dikurangi. Dengan demikian permintaan terhadap produk dalam negeri akan meningkat,” ujar Sudrajat. (*)

Print Friendly, PDF & Email