Yonif 310 Dorong Para Pelajar Pahami Bela Negara

oleh -

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Batalyon Infanteri (Yonif) 310 Kidang Kencana (KK) terus mendorong para pelajar untuk memahami dan menerapkan prinsip-prinsip bela negara di dalam kehidupan sehari-hari. Para prajurit dari satuan tempur ini memberikan ikut terlibat pada pembekalan bela negara kepada para pelajar dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

banner 970x90

“Salah satu materi terpenting dalam pendidikan bela negara untuk para pelajar adalah Pancasila. Kami selalu mendorong para pelajar untuk memahami bela negara,” kata Komandan Yonif 310/KK, Letkol Inf Ageng Wahyu Romadhon setelah pembukaan pendidikan bela negara untuk siswa baru SMPN 10 Kota Sukabumi di Markas Yonif 310, Cikembang, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Jumat (19/7/2019).

Salah satu tujuan penyelenggaraan pendidikan bela negara untuk para pelajar, ujar Danyonif 310, adalah untuk mengaplikasikan nilai-nilai bela negara di kalangan generasi muda. Para pelajar harus memahami bahwa bangsa Indonesia dibentuk oleh perbedaan yang melahirkan Pancasila.

Selama mengikuti pendidikan bela negara, para pelajar tinggal beberapa hari di barak-barak yang terdapat di Markas Yonif 310. Mereka dibiasakan dengan cara hidup disiplin, teratur, dan tertib dalam suasana kebersamaan dan semangat bela negara.

“Pendidikan bela negara pada MPLS diselenggarakan atas permintaan sekolah kepada kami. Membela negara bukan hanya kewajiban TNI dan Polri, melainkan kewajiban semua anak bangsa,” ujar Letkol Ageng.

Dalam bela negara di Yonif 310, jelas dia, tidak ada latihan militer. Pendidikan yang diterima para siswa diarahkan pada kedisipilinan dan kebersamaan. Para siswa diberi pelajaran baris-berbaris dengan sistem tanpa hukuman bagi yang salah dalam melakukan gerakan. Para prajurit juga memberikan kelonggaran dan dispensasi kepada para pelajar. 

“Kalau ada yang sakit, kami pisahkan, dia hanya mengikuti  pelajaran  teori di aula. Pendidikan bela negara ini penting untuk semua pelajar, mulai anak usia dini, SD, SMP, hingga tingkat SMA,” kata Danyon. 

Pendidikan ini, selain untuk menumbuhkan semangat bela negara, juga untuk menanamkan kebersamaan. Dalam praktik pendidikan bela negara, para pelajar dibagi ke dalam beberapa grup dan regu. Mereka diberi tugas kelompok untuk diselesaikan bersama-sama. (*)

Print Friendly, PDF & Email