Dusun Sindanghayu Sukses Tingkatkan Kapasitas Sarana Air Minum

oleh -
Kualitas air yang dihasilkan oleh program Pamsimas di Dusun Sindanghayu, Desa Cibenda, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi memenuhi syarat sanitasi dan bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan konsumsi.

Wartawan Dicky Sopyan (SURADE)

Dusun Sindanghayu di Desa Cibenda, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi berhasil meningkatkan kapasitas saran air minum dari 150 sambungan menjadi 190 sambungan. Tahun ini, kampung tersebut mendapat bantuan dari program hibah air minum perdesaan Kabupaten Sukabumi tahun 2019 berupa pipa sepanjang satu kilometer dan sarana sambungan untuk 40 rumah. 

banner 970x90

“Jadi, kapasitas terpasang sampai dengan tahun 2019 mencapai 190 sambungan ke rumah warga,” kata Koordinator KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat) Sindanghayu Barokah  Desa Cibenda, H. Ijam saat ditemui di rumahnya, di Sindanghayu, Desa Cibenda, Minggu (21/7/19).

Pembangunan sarana air bersih tersebut difasilitasi oleh progam Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas). Menurut Ijam, kalau bantuan tahun 2019 ini ditambah hari kerja orang  diuangkan, besarannya sekitar Rp2 juta perorang.

“Program Pamsimas ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air bersih dan sanitasi untuk masyarakat,” jelas dia.

Sarana yang disediakan oleh program Pamsimas tahun 2019 makin meningkatkan kapasitas dan daya jangkau program tersebut. Program ini menggunakan mata air dari Sumur Cimahi yang berjarak sekitar 120 meter ke bak penampungan. Adapun jarak dari bak ke perkampungan sekitar 2,5 kilometer. Air bersih disalurkan ke Dusun Siindanghayu 1 dan Dusun Sindanghayu 2.

“Pamsimas ini dibangun untuk membantu mememuhi kebutuhan air bersih dan sanitasi masyarakat. Hingga saat ini kami pelihara masih terus mengelola dan memelihara sarana ini hingga tetap dapat berfungsi,” jelas Ijam.

Pada pembangunan Pamsimas tahun 2017, anggarannya berasal dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sebesar Rp250 juta. Dalam pembangunannya, masyarakat memberikan kontribusi kira-kira sebesar 20 persen dari besaran Bantuan Langsung Masyarakat (BLM).

Pamsimas yang telah dibangun itu dikelola dan dipelihara oleh masyarakat  dengan membentuk Badan Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum dan Sanitasi. Jaringan saluran air bisa ditambah jika ada warga yang ikut program Pamsimas.

Sementara di tempat terpisah, Kepala Desa Cibenda,  Adi  Rizwan yang akrab disapa dengan panggilan Hurung mengatakan, kehadiran program Pamsimas dapat meningkatkan mutu sanitasi dan kesejahteraan masyarakat.  Sebab, program ini mampu mengalirkan air bersih ke rumah-rumah penduduk. 

“Program Pamsimas bisa dijadikan miniatur PDAM. Pengelola dapat menjual air siap konsumsi dengan hitungan kubikasi penggunaan air. Kalau ada keuntungan terlepas dari biaya produksi dan biaya perawatan, itu menjadi penghasilan bagi pengelola dan masyarakat,” ujar Hurung. (*)

Print Friendly, PDF & Email