Wujudkan Harapan Petani, Distan Pertemukan Tim Teknis dan Konsultan Irigasi

oleh -
Para peserta diseminasi evaluasi pembangunan infrastruktur pertanian yang berasal dari tim teknis, konsultan, dan perencana.

Wartawan Aep Saepudin (KOWASI)

Guna mewujudkan harapan para petani, Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Sukabumi mempertemukan tim teknis dan konsultan pembangunan infrastruktur pertanian. Pertemuan tersebut sangat penting untuk menyamakan persepsi di antara kelompok tim teknis dan konsultan sebelum dimulai pengerjaan infrastruktur pertanian di Kabupaten Sukabumi tahun 2019.

banner 720x90

“Acara ini kami selenggarakan dalam  rangka mengclearkan persepsi di antara tim teknis internal dan tim teknis eksternal serta konsultan dan perencana infrastruktur,” kata Kepala Distan Kabupaten Sukabumi, Ajat Sudrajat setelah pembukaan diseminasi evaluasi pekerjaan konsultan pengembangan infrastruktur pertanian di Hotel Selabintana, Jalan Selabintana, Sukabumi, Jumat (21/6/19).

Pokok bahasan pada kegiatan diseminasi evaluasi itu difokuskan pada saluran irigasi, jaringan irigasi desa, dan irigasi desa. Para pesertanya berasal dari tim teknis Distan, tim teknis Dinas Pekerjaan Umum, para konsultan, dan aparatur perencanaan pembangunan infrastruktur pertanian.

“Kegiatan ini mutlak harus dilaksanakan sebelum dimulai pengerjaan infrastruktur pertanian tahun anggaran 2019 agar tim teknis dan konsultan memiliki persepsi yang sama untuk memenuhi harapan dan keinginan petani,” ujar Ajat.

Bagaimanapun, lanjut dia, pembangunan infrastruktur harus mengacu pada keinginan para petani atau kelompok tani sebagai pengguna. Begitu juga, para perencana mesti memperhatikan usulan para petani ketika akan membuat perencanaan pembangunan irigasi. 

Pada tahun anggaran 2019, Distan Kabupaten Sukabumi akan menangani pembangunan irigasi yang dananya bersumber dari APBD Kabupaten Sukabumi maupun Dana Alokasi Khusus (DAK) yang disalurkan melalui APBN tahun 2019. Rinciannya dana dari APBD tahun 2019 sebesar Rp31 miliar dan dari DAK sebesar Rp4,5 miliar. Totalnya sekitar Rp35,5 miliar.

banner 720x90

“Semua dana tersebut akan disalurkan pada tahun anggaran 2019. Kami harapkan perencanaan dan hasil dari pelaksanaan proyek-proyek irigasi yang kami kerjakan dapat sesuai dengan keinginan para petani atau kelompok tani,” tutur Ajat. (*)

Print Friendly, PDF & Email