Seruan Dialog Ramadhan, Syukuri Nikmat Kemerdekaan!

oleh -
Para narasumber Dialog Ramadhan dari kiri ke kanan Iqbal sebagai moderator; Pimpinan Ponpes Al-Fath, KHM. Fajar Laksana; Kepala Kesbangpol Kota Sukabumi, Agus Wawan Gunawan; budayawan muda Agung Priyaguna Irfan, dan Kapolsek Gunungpuyuh, Kompol Hendar.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Salah satu syarat terwujudnya Indonesia yang baldatun thayyibatun warobbun ghofur atau negeri yang subur, makmur, adil, dan aman adalah seluruh anak bangsa harus mensyukuri nikmat kemerdekaan. Dengan mensyukuri kemerdekaan, bangsa Indonesia akan menjadikan perbedaan sebagai sunatullah yang tidak mengakibatkan perpecahan bangsa.

Demikian disampaikan Pimpinan Ponpes Dzikir Al-Fath. KHM. Fajar Laksana saat menyampaikan ceramah pada Dialog Ramadhan yang digelar Lembaga Pemberdayaan Pesantren dan Masyarakat (LP2M) di Pesantren Al-Fath, Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, Selasa (21/5/2019) sore.

“Dalam konstelasi politik saat ini, menjaga persatuan dan kesatuan bangsa harus ditempatkan di atas  segalanya dibandingkan terlibat dalam hiruk pikuk politik. Mensyukuri nikmat kemerdekaan salah satu bentuknya adalah mengakui pemerintahan yang sah,” kata dia.

Warga negara yang menginginkan terwujudnya Indonesia yang adil makmur, lanjut dia, tidak akan melakukan tindakan-tindakan inkonstitusional. Kaitannya dengan Pemilu 2019, Fajar mengimbau seluruh anak bangsa untuk mempercayakan hasilnya kepada mekanisme yang berlaku.

Pada dialog itu tampak hadir sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat antara lain  Kepala Kesbangpol Kota Sukabumi, Agus Wawan Gunawan, Kapolsek Gunungpuyuh, Kompol Hendar; budayawan Agung Priyaguna Irfan dan Firman Kiman; Ketua Dewan Kesenian Kota Sukabumi, Bob Muslim; Bayu Triyana dari Menwa Sukabumi; Gia Yoseph Gunawan dari Forum Pemuda Lintas Agama; Juanda dari PS. Maung Bodas; dan Abah Agus Bahar dari IPSI Kota Sukabumi. 

Dalam ceramahnya,  Agus Wawan Gunawan mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kondusivitas Kota Sukabumi, menjaga ketentraman dan ketertiban, serta tidak mudah terprovokasi dan memprovokasi sekaitan dengan tahapan Pemilu 2019. Dikatakannya, adil makmur akan terwujud  dengan 4 hal yaitu ilmunya ulama, adilnya  pemerintah, sedekahnya orang kaya, dan doanya orang miskin.

“Jika ada ketidakpuasan dalam menyikapi hasil pemilu, sebaiknya ditempuh cara yang prosedural sesuai aturan hukum yang berlaku dan konstitusional. Bagi orang yang beriman, apapun yang terjadi merupakan ketetapan Allah, termasuk hasil   Pemilu 2019,” kata Agus.

Sementara Agung Priyaguna Irfan mengupas kearifan nenek moyang di masa Pajajaran yang sudah memberlakukan sistem pembagian peran dalam mengelola negara. Ada yang menjadi resi/ulama, ada yang jadi prabu atau pemerintah, dan ada juga yang harus menjadi rama atau penata hukum. Semua profesi sama mulianya, sama pentingnya, tidak perlu berebut jabatan atau kedudukan.

Kompol Hendar yang mewakili  Kapolres Sukabumi Kota mengatakan, menjaga keamanan merupakan tugas bersama semua kalangan, bukan hanya tanggung jawab aparat kepolisian. Dia mengajak masyarakat untuk menjaga kamtibmas setelah pengumuman hasil Pemilu 2019 oleh KPU.

Acara diakhiri dengan pembacaan doa untuk kedamaian masyarakat dan kemaslahatan bangsa oleh Tabib Ishak. Jumlah peserta dialog sekitar 200 orang. (*)

Print Friendly, PDF & Email