Sistem Pelayanan Digital Desa Cijengkol Dipuji Kemendagri

oleh -
Peneliti senior dari BPP Kemendagri, DR. Herie Saksono (duduk, kedua dari kanan) ketika melakukan penelitian desa digital disambut Kepala Desa Cijengkol, Haer Suhermansyah (duduk, kedua dari kiri) dan perangkat desa serta tokoh masyarakat.

Wartawan USEP MULYANA (KOWASI)

Sistem pelayanan digital tata pemerintahan di Desa Cijengkol, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi mendapat pengakuan dari peneliti senior pada Badan Penelitian dan Pengembangan (BPP) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Desa ini terpilih menjadi objek penelitian dan kajian desa digital melalui uji petik oleh BPP Kemendagri.

banner 720x90

Hal itu disampaikan DR. Herie Saksono, penelitia madya bidang bisnis dan manajemen BPP Kemendagri ketika berkunjung ke Desa Cijengkol, Sabtu (20/4/2019) lalu.  Herie datang ke Cijengkol untuk melihat dari jarak dekat efektivitas pelayanan desa digital di desa tersebut. Desa Cijengkol, ujar Herie, sangat populer di dunia maya sebagai desa digital.

“Ketika kami mencari lokus penelitian untuk analisa desa yang memiliki standar digital dalam tata kelola pemerintahannya, maka Desa Cijengkol Kabupaten Sukabumi dijadikan pilihan,” kata dia. 

Herie juga menyampaikan bentuk strategi ke depan untuk mendukung pengembangan Desa Cijengkol sebagai desa digital yang memiliki semua layanan publik berbasis teknologi digital. Nantinya bukan hanya memperoleh benefit atau manfaat tapi juga profit atau kentungan dari pemanfaatan teknologi tersebut.

“Semuanya menjadi mungkin ketika kita menggarap dengan serius peluang di dunia maya ini. Itu sangat strategis untuk dikembamgkan demi terwujudnya kesejahteraan rakyat,” jelas Herie.

Dia juga mengapresiasi langkah dan kebijakan Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami yang peka terhadap perkembangan teknologi. Hal ini dibuktikan ketika Pemkab Sukabumi melalui Dinas Kominfo dan Persandian (Diskominfosan) melakukan pendampingan dan pembinaan intensif di Desa Cijengkol yang bekerja sama dengan pemdes dan Kelompok Informasi Masyarakat Cijengkol Bersatu (KIM Cibers).

banner 720x90

“Mengenai efektivitas aplikasi yang terkendala blankspot di beberapa titik di Desa Cijengkol, hal itu bisa diatasi dengan membangun tower BTS yang bekerja sama dengan Kementerian Kominfo,” ujar Herie.

Peneliti BPP Kemendagri juga menyampaikan bahwa hasil kajiannya di Desa Cijengkol Sukabumi akan dibawa ke konferensi internasional yang diselenggarakan Bappeda Provinsi Jawa Tengah yang bekerja sama dengan Universitas Diponegoro dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

“Tidak menutup kemungkinan, hasil kajian ini juga dijadikan bahan ekspos di konferensi internasional di Korea Selatan,” kata dia.

Kunjungan peneliti BPP Kemedagri itu didampingi juga oleh Diskominfosan melalui Bidang Informasi dan Komunikasi Publik dan Bidang Persandian Keamanan Informasi dan Statistik selaku pembina KIM Cibers dan Desa Digital.

“Sebagaimana arahan Pak Bupati, Diskominfosan secara intensif akan terus melakukan pembinaan, bukan hanya di Desa Cijengkol, melainkan juga di desa-desa lainnya,” ujar Kasi PoaP yang mewakili Bidang IKP, Jejen sujana. 

Respon positif disampaikan Pemdes Cijengkol melalui Kepala Desa Haer Suhermansyah. Dia sangat bangga desanya dikunjungi tim dari BPP Kemendagri. Kades Haer mengharapkan kedatangan tim tersebut dapat menjadi jalan bagi Desa Cijengkol untuk menjadi desa yang maju dan mampu mensejahterakan masyarakatnya  untuk mewujudkan Sukabumi yang lebih baik.

Dalam kunjungan tersebut, BPP Kemendagri juga membawa para mahasiswa IPB dari Fakultas Kehutanan dan Fakultas Teknologi Pertanian yang bertujuan untuk mengeksplor Desa Digital di Cijengkol.

“Ini merupakan kunjungan pertama kali saya ke Sukabumi khususnya ke Desa Cijengkol. Kami bisa simpulkan Desa Cijengkol merupakan desa yang menakjubkan karena sudah menginisiasi ke desa-desa lain menjadi desa digital. Potensinya banyak sekali, salah satunya tanaman jambu,” kata Desi Rama Tia, salah satu mahasiswa IPB. (*)

Print Friendly, PDF & Email