Panitia Syukuran Hari Nelayan Menolak Bantuan dari PLTU

oleh -
Pepen Supendi 

Wartawan M. RIDWAN Cangehgar  

Panitia Syukuran Hari Nelayan (SHN) Palabuhanratu ke-59 menolak partisipasi dari PLTU Jabar 2 Palabuhanratu yang akan memberikan bantuan dana sebesar Rp3 juta. Penolakan bantuan dilakukan oleh Ketua Panitia SHN Palabuhanratu ke-59, Pepen Supendi di hadapan staf humas anak perusahaan PT. PLN tersebut, Kamis (21/3/2019) siang.

banner 970x90

“Kami menolak bantuan yang akan diberikan oleh PLTU Palabuhanratu kepada panitia. Kami menilai jumlahnya tidak wajar dalam arti terlalu kecil untuk perusahaan besar sekaliber PLTU,” kata Pepen kepada sejumlah awak media di Palabuhanratu.

Awalnya, ujar dia, panitia berbesar hati ketika mendapat panggilan dari PLTU untuk penyerahan bantuan kegiatan SHN. Namun ketika tiba di PLTU Palabuhanratu di Cipatuguran, Pepen malah kecewa setelah mendengar pemberitahuan dari staf humas bahwa besarnya bantuan yang akan diberikan pas Rp3 juta.

“Syukuran Hari Nelayan itu acara besar yang melibatkan berbagai unsur pemerintah dan masyarakat di Palabuhanratu, bahkan Kabupaten Sukabumi. Di proposal kami mencantumkan besarnya dana untuk menggelar berbagai kegiatan kesenian, kebudayaan, hiburan, dan syukuran mencapai Rp900 juta,” jelas Pepen.

Menurut dia, tidaklah pantas PLTU memberikan bantuan sebesar 0,33 persen dari total dana yang dibutuhkan panitia. Apalagi tahun lalu, PLTU memberikan bantuan dana sebesar Rp10 juta untuk kegiatan HSN ke-58.  

“Kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan seni budaya lokal dan ajang promosi geopark,” ujarnya.

Atas kebijakan manajemen PLTU itu, dalam waktu dekat Pepen akan mempertanyakan penyaluran dana CSR dari perusahaan tersebut. Seharusnya PLTU memiliki kepedulian terhadap SHN karena dalam aktivitas dan operasionalnya bersentuhan langsung dengan para nelayan.

SHN merupakan agenda tahunan yang puncaknya dilaksanakana setiap tanggal 6 April. Sumber biaya penyelenggaraan SHN dari APBD Kabupaten Sukabumi, perusahaan, dan para dermawan yang memiliki kepedulian tinggi terhadap nelayan dan upaya pelestarian seni tradisi leluhur. (*)


Print Friendly, PDF & Email