Kalau Tidak Siap Mental, Lulusan Perguruan Tinggi Mudah Jatuh

oleh -
Di forum sidang senat terbuka UMMI dalam rangka wisuda sarjana dan diploma III, Wali Kota Sukabumi, H. Achmad Fahmi menyampaikan ajakan kepada para wisudawan untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi tantangan zaman.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Wali Kota Sukabumi, H. Achmad Fahmi menyatakan, lulusan perguruan tinggi tidak hanya harus siap secara intelektual, mereka juga harus siap mental atau rohani. Tantangan di era globalisasi ini semakin berat sehingga membutuhkan kesiapan lahir batin termasuk kesiapan mental.

banner 970x90

“Bila lulusan perguruan tinggi tidak siap mental, dia akan mudah jatuh di tengah persaingan yang semakin berat ini,” kata Wali Kota Sukabumi saat menghadiri sidang terbuka senat akademik Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) dalam rangka wisuda sarjana ke-18 dan diploma III ke-19 di Kampus UMMI, Jalan R. Syamsudin, S.H. Kota Sukabumi, Kamis (21/3/2019).

Dengan memiliki kesiapan mental dan rohani, para lulusan perguruan tinggi akan selalu siap menghadapi berbagai tantangan yang datang bertubi-tubi seiring perkembangan zaman. Kesiapan rohani akan membimbing para wisudawan untuk selalu meminta bantuan kepada Allah SWT dengan doa dan ibadah.

“Tantangan seberat apapun akan mudah dihadapi kalau kita selalu mendekatkan diri kepada Allah,” ujar dia.

Saat ini, ujar wali kota, para wisudawan perguruan tinggi memiliki beban tanggung jawab yang lebih besar dan berat dibandingkan lulusan dekade sebelumnya. Hal ini seiring dengan perubahan cepat yang terjadi pada era informasi yaitu percepatan informasi dan pembangunan serta dampak revolusi industri 4.0.

“Faktor inilah yang menjadi salah satu penyebab para wisudawan mempunyai beban tanggung jawab yang lebih berat. Kami berharap kepada para lulusan perguruan tinggi mampu menghadapi percepatan pembangunan dan revolusi industri 4.0,” tutur wali kota.

Pada bagian lain, Fahmi menyampaikan ajakan kepada lulusan perguruan tinggi agar dapat berperan dalam pembangunan di daerah. Pemda Kota Sukabumi, kata Fahmi, akan mendorong mereka untuk menjadi pionir dalam gerakan wirausaha muda.  

“Sehingga mereka bisa menciptakan lapangan kerja bukan hanya menjadi pencari kerja,” ucapnya. (*)

Print Friendly, PDF & Email