Setelah Longsor, TPT Gedongpanjang Kembali Dibangun

oleh -
Pembangunan TPT untuk menanggulangi tebing Irigasi Cialing yang runtuh dilanda longsor.

Wartawan Jajat Sudrajat

Tembok penahan tanah (TPT) Gedongpanjang di Desa Ciheulangtonggoh, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi kembali dibangun. Pada bulan Februari lalu sebelum wabah Virus Corona melanda, TPT yang menjadi benteng penahan tanah untuk menjaga kelangsungan aliran air Irigasi Cialing ini runtuh dilanda longsor.

banner 970x90

“Dengan pembangunan kembali TPT, kami merasa lega karena pasokan air ke areal sawah kami menjadi lancar kembali,” kata Ketua Mitra Cai Cialing, Aah kepada wartawan, Senin (20/7/2020).

Sebagian warga Desa Ciheulangtonggoh menggantungkan keberlangsungan pertanian mereka pada Irigasi Cialing. Pembangunan kembali TPT pada irigasi tersebut memberikan harapan kepada para petani dapat mengolah sawahnya dengan normal seperti biasa.

“Selama 6 bulan terakhir pasokan air ke sawah-sawah milik petani sangat kurang akibat tebing Gedongpanjang ambrol. Sehingga hasil panen kami menjadi turun merosot,” ujar Aah. 

Setelah TPT rubuh, untuk menjaga stabilitas air di sepanjang daerah aliran Irigasi Cialing, warga bergotong royong menambal tebing yang longsor dengan tumpukan karung berisi tanah.

“Kami harus bekerja keras guna menutup lubang-lubang rembesan air dengan karung pasir agar air tidak terbuang percuma,” jelasnya.

Anggaran pembangunan TPT Gedongpanjang menelan dana sebesar Rp73.322.000 dengan ukuran panjang 4 meter dan tinggi 6 meter. Secara keseluruhan, luas sawah yang mengandalkan pasokan air dari Irigasi Cialing mencapai 222 hektare.

“Pasokan air yang normal dapat meningkatkatkan hasil panen sampai 5 atau 6 ton tiap hektare,” ujar Aah. (*)

Print Friendly, PDF & Email