Pendaftar Stimulus Usaha Mikro Terus Bertambah

oleh -
Kabid Bina Usaha Mikro dan Kecil (UMK) Dinas PKUKM Kabupaten Sukabumi, Drs. Nandang Sunandar, M.Si.

Wartawan Aep Saepudin  

Memasuki periode kedua pendaftaran penerima bantuan stimulus dari Kementerian Koperasi di Kantor Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Dinas PKUKM) Kabupaten Sukabumi terus bertambah. Para pelaku usaha mikro berdatangan ke Dinas PKUKM dari berbagai desa dan kecamatan yang ada di Kabupaten Sukabumi untuk mendaftar sebagai penerima dana stimulus.

banner 970x90

Kabid Bina Usaha Mikro dan Kecil (UMK) Dinas PKUKM Kabupaten Sukabumi, Drs. Nandang Sunandar, M.Si. menjelaskan, dalam program tersebut, pelaku usaha mendapatkan dana stimulus sebesar Rp2,4 juta. Pendaftaran peserta dibagi ke dalam 4 periode.

“Sekarang sudah memasuki periode kedua. Untuk periode pertama telah berakhir,” kata Nandang ketika ditemui di kantornya Jalan Raya Cibolang  Desa Cimahi, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, Selasa (18/8/2020).

Periode pertama ditutup pada 13 Agustus lalu dengan jumlah pendaftar 2.000 pelaku usaha. Periode kedua dari 14 sampai dengan 22 Agustus 2020 dengan jumlah pendaftar diperkirakan sebanyak 3.000 orang.

Selanjutnya periode ketiga dari 23 sampai dengan 31 Agustus 2020 dan periode keempat dari 1 September sampai dengan 7 September 2020.

“Berdasarkan hasil rapat secara virtual dengan Kementerian Koperasi dan Propinsi, pelaku usaha yang mendapat stimulus adalah kategori ultra mikro dan mikro,” jelas Nandang.

Kelompok ultra mikro adalah usaha dengan omset di bawah Rp50 juta, sedangkan usaha mikro beromset di antara Rp50 juta sampai dengan Rp300 juta pertahun. Persyaratan yang harus dipenuhi adalah pelaku usaha belum memiliki akses ke perbankan.

“Nanti ada proses BI checking untuk melihat kredit di perbankan,” ujar dia.

Para pendaftar, kata Nandang, harus mengisi formulir yang disediakan oleh Kementerian Koperasi. Syarat lainnya: menyerahkan surat keterangan usaha dari desa, fotokopi KTP, data profil perusahaan, fotokopi buku tabungan, dan nomor HP.  

“Dalam proses ini kami hanya memfasilitasi pendataan dan verifikasi awal. Adapun verifikasi akhir dan eksekusi itu merupakan kewenangan pusat,” kata Nandang. 

Dokumen tersebut, lanjut Nandang, selain dikirimkan lewat email, fisiknya berupa fotokopi dikirimkan ke Kementerian Koperasi melalui jasa kurir dan ditemuskan kepada Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Jumlah penerima dana stimulus di seluruh Indonesia mencapai sekitar 12 juta pelaku usaha. Keputusan layak tidaknya pelaku usaha menerima dana stimulus berada di tangan pemerintah pusat. Jadi nanti Kementerian Koperasi yang akan menghubungi secara langsung para pelaku usaha yang akan menerima dana stimulus. (*)

Print Friendly, PDF & Email