Sekda Dorong Investor Kembangkan Bisnis Lapang Minisoccer

oleh -
Klub sepak bola Pemda FC, Bank BJB Sukabumi FC, dan Journalist Soccer Sukabumi (JSS) FC harus berangkat ke Cianjur untuk dapat bermain di lapang minisoccer.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Sekda Kota Sukabumi Dida Sembada mendorong kalangan investor untuk membangun lapangan minisoccer sebagai lahan usaha dan pengembangan bakat sepak olahraga. Di Kota Sukabumi dan Kabupaten Sukabumi belum ada, sementara di daerah tetangga seperti Cianjur, Bandung, dan Bogor bertebaran lapang sepak bola mini. 

banner 970x90

“Hal ini menjadi dorongan kepada investor dan para pelaku usaha agar bisa berinvestasi di sektor olahraga khususnya membuat lapang minisoccer,” kata Sekda setelah bermain bola di Lapang Minisoccer Cianjur bersama tim Pemda FC, Bank BJB Sukabumi FC, dan Journalist Soccer Sukabumi (JSS) FC, Jumat (17/7/2020) malam.

Jauh-jauh dari Sukabumi, sekda dan ponggawa ketiga klub tersebut harus berangkat ke Kabupaten Cianjur agar bisa bemain di lapangan minisoccer.

Untuk membangun lapang mini, ujar dia, bisa juga Pemkot Sukabumi bekerja sama dengan mitra seperti Bank BJB yang memiliki perhatian khusus pada pengembangan olahraga.

“Bisa saja di atas tanah milik pemda dibangun lapang minisoccer dengan pendanaan dari Bank BJB,” ujar Dida.

Dengan adanya rencana pemindahan pusat pemerintahan ke Kecamatan Cibeureum, lanjut dia, perencanaannya harus meliputi pembangunan sarana olahraga yang salah satunya lapangan minisoccer. Nantinya sarana olahraga ini bisa digunakan oleh masyarakat umum siang dan malam seperti di daerah lain.

“Walau investasi pembuatan lapang bola minisoccer itu relatif tinggi, namun dilihat dari sisi bisnis cukup prospektif karena banyak masyarakat yang gemar bermain bola di lapang minisoccer,” ucapnya.

Sementara salah seorang pemain Pemda FC yang sehari-hari menjabat Sekretaris Diskominfo Kota Sukabumi,  Kurnia Ramdhani menyambut investasi untuk membuat lapang sepak bola mini. Dani panggilan akrabnya akan mendorong para investor untuk membangun lapang minisoccer di kawasan selatan sebagai upaya penyebaran pusat keramaian.

“Sesuai dengan perencanaan kota, wilayah selatan diplot untuk pengembangan prasarana dan sarana wilayah. Jadi ada potensi investasi yang bagus di wilayah tersebut, termasuk untuk bisnis sarana olahraga,” ujarnya.

Pimpinan Cabang Bank BJB Sukabumi, Nurachman Wijaya menjelaskan, sebelum wabah Covid-19, banyak pengusaha yang mengajukan proposal investasi usaha mengelola lapang sepak bola minisoccer dengan pertimbangan melihat kesuksesan bisnis tersebut di daerah lain. 

“Pada intinya Bank BJB siap mendukung dan mensupport dari segi finansial untuk investor yang akan membuat lapang minisoccer di Kota Sukabumi. Saat ini investasi tersebut tertunda karena kondisi pandemi, mungkin di bulan Desember bersamaan dengan pulihnya ekonomi, insya Allah rencana pembangunan lapang minisoccer dapat direalisasikan,” kata Joy, saap akrab Nurachman Wijaya.

Dia meyakini prospek investasi lapang bola minisoccer  cukup bagus dengan catatan kondisi perekonomian harus normal dulu. Di lingkungan nasabah Bank BJB, ujar dia, cukup banyak pengusaha yang tertarik untuk membuat lapang minisoccer. Bank BJB akan mensupport pengusaha yang telah memiliki tanah sendiri.

“Bisnis lapangan minisoccer mempunyai masa depan bagus karena di Kota Sukabumi banyak penggemar sepak bola yang suka bermain di lapangan mini,” jelas Joy. (*)

Print Friendly, PDF & Email