Pondok Halimun Dipadati Pengunjung dari Luar Sukabumi

oleh -
Para pengunjung menghabiskan akhir pekan pada minggu ketiga bulan Juli 2020 di Pondok Halimun yang permai dan berudara segar.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Memasuki minggu keempat atau akhir bulan Juli 2020, pengunjung Taman Wisata Pondok Halimun membludak. Para wisatawan dari berbagai daerah datang ke Sukabumi untuk menikmati suasana sejuk pegunungan serta air bersih yang dingin dan segar dari kaki Gunung Gede. 

banner 970x90

Selama pandemi Covid-19, Pondok Halimun ditutup kurang lebih lima bulan. Setelah itu secara perlahan seiring dengan masuknya Kabupaten Sukabumi ke zona biru dan Kota Sukabumi ke zona hijau, para pengunjung dibatasi hanya untuk warga Sukabumi dengan memberlakukan pemeriksaan KTP.

Kini Taman Wisata Pondok Halimun dibuka bebas bagi pengunjung dari daerah mana pun. Untuk mencegah penyebaran Virus Corona, pengelola memasang beberapa imbauan protokol kesehatan yang harus diperhatikan para pengunjung yang datang ke tempat tersebut.

“Ada lonjakan pengunjung minggu ini, cukup padat. Banyak pengunjung dari luar Sukabumi. Kami menerapkan kewajiban kepada pengunjung untuk menerapkan protokol kesehatan,” kata salah seorang pengelola Bumi Perkemahan (Buper) Wisata Pondok Halimun, Adin Nurhadin saat ditemui wartawan di tempat kerjanya, Ahad (19/7/2020).

Para pengunjung, kata Adin, terbagi ke empat lokasi yaitu Buper Wisata Pondok Halimun, air terjun Cibeureum, kebon teh, dan kios kuliner. Di semua lokasi, pengunjung diwajibkan mengenakan masker, kecuali sedang makan atau minum, wudhu dan shalat, dan pengembilan foto sesaat.  

“Secara lisan di pintu masuk kami mengingatkan para pengunjung untuk mengenakan masker dan menerapkan aturan social distancing dengan menjaga jarak dan tidak membentuk kerumunan. Kami juga memasang imbauan tertulis di berbagai penjuru taman wisata,” ujar Adin. 

Salah seorang pengunjung dari Jakarta Selatan, Siti Nuraeni (30) yang sengaja datang bersama keluarganya sejak Sabtu membuka tenda di Buper Pondok Halimun. Dia merasa nyaman dan puas dua hari berada di alam pegunungan untuk melupakan sejenak kesibukan ibu kota.   

“Sebelumnya saya mencari informasi dulu ke temen di Sukabumi tentang syarat domisili pengunjung Pondok Halimun. Kata teman saya, pengunjung dari luar Sukabumi boleh berkunjung. Suasana di Pondok Halimun cocok untuk melepas kejenuhan efek pandemi Covid-19,” ujar Siti.

Namun dia menyayangkan akses menuju Pondok Halimun kurang nyaman dilewati kendaraan bermotor, banyak jalan berlubang. Selepas gerbang masuk, jalan menuju Pondok Halimun banyak yang rusak parah.

“Hendaknya jalan menuju Pondok Halimun diperbaiki dan diperlebar. Kalau jalannya bagus dan lebih lebar, makin banyak pengunjung yang datang ke sini. Daya tarik Pondok Halimun luar biasa tinggi. Sekarang saja di musim wabah, pengunjung tetap penuh,” tuturnya. (*)

Print Friendly, PDF & Email