Pengamat Syahid yang Merakyat Soroti Aset Pemda yang Terbengkalai

oleh -
Lokasi bakal gedung DPRD Kota Sukabumi dalam keadaan terlantar setelah diberi pagar. Sekelilingnya ditumbuhi rumput liar dan sebagian bentangan pagarnya telah rubuh.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Pengamat kebijakan publik yang dikenal sikapnya yang merakyat, Syahid Arsalan menyoroti aset Pemkot Sukabumi yang terbengkalai, salah satunya di lokasi yang diplot untuk gedung DPRD. Sampai sekarang bakal lokasi kantor para wakil rakyat itu tidak terurus, sebagian pagarnya telah roboh dan rumput liar dibiarkan tumbuh tidak teratur.

banner 970x90

“Pemkot Sukabumi harus membuat terobosan agar lahan-lahan milik pemda tersebut kesannya tidak terbengkalai. Lahan-lahan tersebut harus diberdayakan dengan melibatkan masyarakat sekitar,” kata Syahid kepada wartawan, Rabu (19/6/2019).

Selain bakal lokasi gedung DPRD, sejumlah aset Pemkot Sukabumi berserakan di lokasi yang sama yakni di Kelurahan Cibeureum Hilir, Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi. Rencananya di lokasi tersebut akan dibangun pusat pemerintahan Kota Sukabumi yang terpadu.

Kalau memang pembangunannya masih lama dalam hitungan tahun, ujar Syahid, Pemkot Sukabumi bisa memberdayakan lahan-lahan yang terserak itu untuk menghindari kesan diterlantarkan.  

“Sampai sekarang masyarakat belum melihat tanda-tanda pembangunan perkantoran pemda di kawasan tersebut. Kegiatan yang ada baru pembangunan gedung IPB di depan Kantor Kecamatan Cibeureum yang hampir selesai. Sementara lahan di samping SMAN 5 semakin terlantar dan dipenuhi tumbuhan liar,” kata pengamat yang aktif di kepengurusan KNPI Kota Sukabumi tersebut.

Adanya lahan dan bangunan yang terlantar seperti terjadi pada lokasi bakal gedung DPRD, kata dia, merupakan bukti kurang matangnya perencanaan. Semestinya sejak awal pemda memiliki rencana terhadap lahan untuk gedung DPRD itu sehingga ketika selesai pembangunan pagarnya tidak diterlantarkan seperti sekarang.

“Sudahlah, kalau memang pemda belum bisa merealisasikan pembangunan perkantoran, alangkah lebih baik lahannya dipakai dulu untuk kegiatan-kegiatan yang positif bagi masyarakat,” kata Syahid.

Salah satu bentuk kegiatan positif yang dapat memanfaatkan lahan tersebut adalah pembuatan sarana olahraga otomotif. Penggunaan lahannya dapat dikerjasamakan dengan komunitas sepeda motor untuk jalur balapan agar para calon pembalap tidak menjalankan aksi liarnya di jalan umum.

“Jadinya lahan ada yang mengurus dan memelihara, tidak dibiarkan menjadi lahan terlantar. Banyaknya rumput liar dapat memicu munculnya binatang buas seperti ular dan kalajengking di tempat itu,” ujar Syahid.

Di tempat terpisah, mantan Wali Kota Sukabumi, H. Mohamad Muraz menerangkan, pada masa kepemimpinannya, Pemkot Sukabumi telah membebaskan lahan seluas 10 hektare yang di atasnya akan dibangun gedung DPRD, setda, dan perkantoran pemda. Gedung-gedung tersebut sambung-menyambung hingga tembus ke Jalan Lingkar Selatan.

“Untuk kelanjutannya itu kebijakan Wali Kota yang sekarang. Dulu selama lima tahun kita rancang pusat pemerintahan di Cibeureum. Pusat pemerintahan harus pindah karena lokasi yang sekarang telah menjadi area bisnis,” kata Muraz. (*)

Print Friendly, PDF & Email