Menteri Airlangga Luncurkan Program Vokasi Link and Match

oleh -
Wakil Bupati Sukabumi, H. Adjo Sardjono (kiri) menyambut Menteri Perindustrian RI, Airlangga Hartarto yang akan meresmikan pendidikan vokasi link & match di Cicurug.

Wartawan USEP MULYANA (Kowasi)

Menteri Perindustrian (Menperin) RI, Airlangga Hartarto meluncurkan program vokasi link and match bertempat di PT. Anugerah Indofood Barokah Makmur,  Sindangresmi, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Senin (18/3/2019). Pada acara itu, Menteri Airlangga menyampaikan target 2.600 SMK dan 750 industri terlibat dalam program pendidikan vokasi link and match pada tahun 2019.

“Program vokasi ini dalam rangka membangun link and match antara SMK dengan dunia industri,” kata Menperin saat menyampaikan pidato pada peresmian peluncuran program pendidikan vokasi link & match.

Hingga tahap kesepuluh dari program tersebut, target yang dicanangkan telah terlampaui karena faktanya jumlah SMK yang terlibat mencapai 2.604 dan jumlah industri mencapai 885. Itu artinya, ujar Airlangga, secara kuantitas program tersebut telah mencapai hasil yang cukup signifikans.

“Untuk itu, kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh SMK dan industri yang sangat antusias ikut serta dalam program strategis ini,” kata putra mantan Menteri Perindustrian, Hartarto tersebut.

Pada peluncuran program vokasi tersebut tampak hadir tuan rumah Direktur PT Indofood Sukses Makmur, Franky Welirang; Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum; Anggota Komisi IX DPR RI, Hj. Dewi Asmara; Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, HM. Agus Mulyadi; dan Wakil Bupati Sukabumi, H. Adjo Sardjono. 

Sejauh ini, lanjut menteri, dia telah menyelenggarakan dua kali peluncuran pendidikan vokasi di Jawa Barat karena provinsi ini merupakan wilayah yang memiliki potensi besar dalam pengembangan sektor industri manufaktur.

Total perjanjian kerja sama hingga tahap kesepuluh mencapai 4.971 yang sudah ditandatangani. Dalam program ini, setiap industri dapat membina lebih dari satu SMK. Sejak diluncurkan tahun 2017, program pendidikan vokasi link and macth SMK dan industri diproyeksi telah menggandeng lebih dari 400 ribu siswa-siswi SMK mulai wilayah Jawa, Sumatera hingga Sulawesi. Setiap SMK rata-rata ada 200 siswa. 

“Kami mengharapkan pelaku industri terus melakukan pembinaan dan pengembangan kepada SMK di wilayahnya. Kepada para kepala SMK untuk proaktif dalam mengembangkan link and match dengan dunia industri,” ujarnya. (*)

Print Friendly, PDF & Email