SDN Baros 3 dan SDN Manunggal Bakti Maju ke Lomba Adiwiyata Provinsi

oleh -
Kegiatan penilaian oleh Tim Penilai Lomba Sekolah Adiwiyata di SDN Manunggal Bakti Kota Sukabumi.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

SDN Baros 3 dan SDN Manunggal Bakti melaju ke lomba Sekolah Adiwiyata tingkat Provinsi Jawa Barat  tahun 2020 mewakili Kota Sukabumi. Kedua sekolah yang terkenal karena ketelatenannya dalam mengurus dan merawat lingkungan sekolahnya itu akan menjalani serangkaian penilian oleh Tim Penilai dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jabar.

banner 970x90

Sebagai bagian dari proses penilaian lomba Tim Penilai datang ke SDN 3 Baros dan SDN Manunggal Bakti, Jumat (17/7/2020). Rombongan Tim Penilai lomba Sekolah Adiwiyata itu dipimpin oleh Kasi Pengembangan Kapasitas dan Kemitraan DLH Provinsi Jabar, Titin Sumiyati.

Pada penilaian itu tampak hadir Kepala Bidang Tata Lingkungan dan Peningkatan Kapasitas pada DLH Kota Sukabumi, Yeli Yumaeli bersama anak buahnya Kasi Kemitraan dan Peningkatan Kapasitas,  Jarry Nugraha. Keduanya ikut mendampingi Tim Penilai di kedua sekolah tersebut.

“Dua sekolah ini telah menerapkan  budaya lingkungan hidup di lingkungan sekolah sejak setahun yang lalu,” kata Yeli seusai mendampingi Tim Penilai.

Tahun 2020, ujar dia, lomba Adiwiyata untuk tingkat nasional dan mandiri ditiadakan karena kondisi pandemi Covid-19, sedangkan untuk tingkat Provinsi tetap dilaksanakan. 

“Kehadiran tim dari provinsi ke Kota Sukabumi untuk proses verifikasi dan pembinaan ke calon sekolah adiwiyata provinsi, nasional, dan mandiri. Kami telah mengecek kesiapan kedua sekolah yang telah menjalankan perilaku ramah lingkungan hidup dan peduli lingkungan sejak dua tahun ke belakang,” jelas Yeli.

Penilaian Lomba Adiwiyata di masa pandemi Covid-19 berbeda dari biasanya, lanjut Yeli. Tim Penilai mengikuti prosedur protokol kesehatan. Biasanya Tim Penilai melihat langsung kegiatan warga sekolah dalam berbudaya lingkungan hidup. Karena siswa belajar di rumah, hasil yang digunakan adalah keadaan tahun lalu sebelum terjadi pandemi Covid-19. 

Jarry Nugraha menambahkan, DLH memberikan dukungan kepada dua sekolah yang mengikuti lomba Adiwiyata dengan mengirimkan bantuan beberapa tanaman, tempat sampah, kompos, alat pembuatan biopori, termasuk pembinaan tentang budaya ramah lingkungan hidup.

“Tim penilai melakukan proses penilaian tahap verifikasi, sedangkan sekolah mengisi kuesioner. Sebelumnya kami mengirimkan foto dan dan video kegiatan sekolah, lalu tim datang melihat faktanya di sekolah,” kata Jarry. (*)

Print Friendly, PDF & Email