Bupati dan Wabup Ikuti Coklit Data Pemilih untuk Pilkada 2020

oleh -
Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami (kiri) mengikuti proses coklit data pemilih oleh PPDP di kediamannya.
Wakil Bupati (Wabup) Sukabumi, H. Adjo Sardjono (kiri) pada proses coklit data pemilih untuk Pilkada 2020.

Wartawan Nanang Setiana Aep Saepudin  

Pimpinan daerah di Kabupaten Sukabumi: Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami dan Wakil Bupati (Wabup) Sukabumi, H. Adjo Sardjono mengikuti tahapan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih untuk Pilkada Kabupaten Sukabumi tahun 2020. Proses coklit dilaksanakan di rumah pimpinan daerah masing-masing, Sabtu (18/7/2020).

banner 970x90

Proses coklit diawali di kediaman pribadi bupati di Cimahpar, Kecamatan Sukaraja dan rumah wabup di Desa Cibatu Kecamatan Cisaat. Pada waktu yang hampir bersamaan PPDP (Petugas Pemutakhiran Data Pemilih) untuk Pilkada 2020 mengunjungi rumah Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, H. Iyos Somantri, Pimpinan dan Anggota DPRD, dan sejumlah tokoh masyarakat.

Kegiatan coklit tersebut disaksikan oleh  komisioner dari KPU dan Bawaslu Kabupaten Sukabumi.

Setelah mengikuti coklit, bupati mengatakan, hendaknya proses tersebut dilakukan dengan mengikuti protokol kesehatan. Apalagi pelaksanaannya di tengah pandemi Covid-19.

“Coklit data pemilih ini sangat penting karena menentukan pemilih yang benar-benar memenuhi syarat dan terdata sebagai pemilih. Kami mengimbau masyarakat untuk mengecek data dirinya masing-masing,” ujar Marwan.

Di kediamannya, Wabup Adjo menyampaikan ajakan kepada masyarakat untuk mempersiapkan diri menyambut kedatangan PPDP. Persiapkan semua dokumen yang diperlukan seperti KK dan KTP.

“Untuk mempermudah pelaksanaan coklit, persiapkan KK dan KTP. Sehingga warga yang memiliki hak pilih betul-betul terdata,” ucapnya.

Adjo juga mengimbau pemilik hak pilih untuk hadir di tempat pemungutan suara (TPS) pada 9 Desember 2020.

Sementara itu Anggota KPU Kabupaten Sukabumi H. Ayi Saepudin menjelaskan, coklit dilaksanakan serentak mulai hari ini di seluruh daerah yang melaksanakan Pilkada. Berdasarkan jadwal dari KPU, proses coklit dari tanggal 15 Juli sampai dengan 13 Agustus 2020.

“Tahapan ini bertujuan untuk memastikan warga Indonesia di daerahnya yang mempunyai hak pilih secara administrasi terdata dalam daftar pemilih,” kata Ayi.

Dalam proses coklit, ujar dia, PPDP melakukan verifikasi faktual data kependudukan yakni mencocokkan daftar pemilih dengan data kependudukan KK ataupun KTP. Kalau ada kesalahan pada daftar pemilih, data akan diperbaiki.

“Kami juga menyisir warga yang belum terdaftar pada daftar pemilih. Mereka yang memenuhi syarat akan didaftarkan. Begitu juga perpindahan penduduk akan disesuaikan dengan administrasi terakhir,” terangnya.

Setiap rumah yang telah dicoklit akan diberi tanda oleh petugas dengan diberi stiker khusus. (*)  

Print Friendly, PDF & Email