Wali Kota Perintahkan Pembangunan Kembali Pilar Gedung Juang 45

oleh -
Masyarakat awam tidak faham, bagaimana mungkin pilar mahkota pada tembok pagar dapat terjatuh ketika tersenggol bus.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Wali Kota Sukabumi, H. Achmad Fahmi memerintahkan pembangunan kembali pilar pembatas pagar di Gedung Juang 45 yang rubuh karena tersenggol bus pembawa jemaah calon haji. Fahmi juga menginstruksikan instansi terkait yang dalam hal ini SKPD yang mengurusi pekerjaan umum untuk menganalisis kelayakan konstruksi pilar yang roboh.

banner 970x90

“Pagar dan pilar yang rusak harus segera diperbaiki. Nanti sekaligus harus dianalisis kelayakan pagar temobk di Gedung Juang 45. Apakah memenuhi standar atau tidak? Biar tim teknis  yang melakukan kajian dan penilaian,” kata Fahmi kepada wartawan,  Kamis (18/7/2019).

Pilar pada pagar di Gedung Juang rubuh setelah tertubruk bagian belakang bus pembawa jemaah calon haji pada Selasa (16/7/2019) petang. Pada peristiwa itu, satu orang pengantar calin haji meninggal dunia dan empat korban lainnya luka-luka.

Robohnya pilar pagar itu menjadi perbincangan hangat di media sosial dan media massa. Sebagian masyarakat mempertanyakan pilar mahkota yang copot dari dudukannya karena tidak disangga oleh besi penahan. Pilar tersebut langsung jatuh ketika tersenggol oleh bagian belakang bus.

Dalam waktu dekat, ujar Fahmi, perbaikan pagar dan pilarnya akan segera dilaksanakan. Pemkot Sukabumi juga memperhatikan suara masyarakat yang mengusulkan perbaikan jalan di sekitar Gedung Juang 45.

Salah seorang warga Kelurahan Gunungparang, Kecamatan Cikole,  Kota Sukabumi, Soni (42) termasuk warga yang mempertanyakan konstruksi pilar mahkota yang terjatuh itu. Menurutnya kalau pilar mahkota ditahan oleh tiang besi,  kemungkinan besar dia tidak akan jatuh saat tersenggol bus sebab pilar akan tertahan oleh besi.

“Kami meminta Pemda segera membuat kajian analisis tentang kelayakan pagar yang terkesan asal-asalan dalam pembuatannya.  Harus segera dianalisis sebelum pagar diperbaiki. Jangan sampai pembangunan yang menggunakan biaya pemerintah pembuatannya serampangan,” ujar Soni. (*)

Print Friendly, PDF & Email