Tujuh Tahun Warga Mekarwangi Curugkembar Menunggu Perbaikan Jalan

oleh -
Kondisi Jalan Mekarwangi di Desa Tangjungsari, Kecamatan Curugkembar, Kabupaten Sukabumi tidak layak dilewati kendaraan bermotor. Di musin hujan penuh dengan air dan lumpur.

Wartawan Hamjah

Sudah tujuh tahun lamanya, warga Kampung Mekarwangi di Desa Tanjungsari, Kecamatan Curugkembar, Kabupaten Sukabumi menunggu perbaikan jalan yang melewati kampung mereka. Jalan tersebut kondisinya tidak layak untuk dilewati kendaraan, pada musim hujan seperti sekarang, badan jalan dipenuhi genangan air dan jalur tanah yang becek dan licin.

banner 970x90

“Kalau musim kemarau, banyak debu. Di musim hujan seperti sungai karena banyak air. Musim hujan ataupun kemarau sama susahnya kalau mau lewat jalan ini,” kata Saptudin, warga Kampung Mekarwangi kepada wartawan, Kamis (18/6/2020).

Selama tujuh tahun terakhir, ujar dia, Jalan Mekarwangi belum pernah tersentuh program perbaikan. Jadi selama bertahun-tahun itu, kondisi jalan dalam keadaan rusak parah dan warga sekitar kesulitan melewatinya.

Penduduk seperti Saptudin dan warga lainnya sudah lama merindukan hadirnya jalan yang bagus. Mereka sudah bosan dengan perjuangan yang harus dilakukan dengan susah payah ketika melewati jalan yang rusak dengan kendaraan bermotor.

“Kami harapkan pemerintah segera memperhatikan kondisi jalan di kampung kami. Kerusakan jalannya sudah sangat parah,” ujar dia.

Berdasarkan pantauan di lokasi, sisi kiri dan kanan Jalan Mekarwangi tidak dilengkapi dengan saluran drainase. Air hujan yang tumpah dari langit tidak disalurkan ke selokan atau sungai kecil di sekitar jalan sehingga air memenuhi badan jalan dan mengalir liar ke rumah penduduk.

Perbaikan jalan tersebut harus dilakukan secara menyeluruh termasuk membuat saluran drainase untuk mengalirkan air agar tidak menggenangi badan jalan dan halaman rumah warga.  

Kepala Desa Tanjungsari, Basori menjelaskan, keseluruhan panjang jalan yang rusak di desanya mencapai sekitar 7 kilometer. Sementara kemampuan Dana Desa untuk memperbaiki jalan tersebut paling-paling di bawah 1 kilometer. Tahun ini, jalan tersebut akan mulai diperbaiki, ujar Basori.

“Anggaran pembangunan yang dikelola desa sangat terbatas. Apalagi tahun ini sebagian Dana Desa disalurkan untuk penanganan dampak Covid-19, termasuk untuk bantuan langsung tunai bagi warga terdampak Covid-19,” kata Basori.

Jadi, lanjutnya, masyarakat harus bersabar menunggu perbaikan jalan secara keseluruhan. (*)   

Print Friendly, PDF & Email