Polres Sukabumi Kota Mengungkap Pedagang Ganja di Dalam Lapas

oleh -
Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sumarni memperlihatkan sebagian barang bukti dari pengungkapan kasus narkoba selama tiga bulan terakhir dengan latar belakang para tersangkanya.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Jajaran Kapolres Sukabumi Kota sukses membekuk narapidana yang menjadi bandar narkotika jenis ganja di dalam Lapas Nyomplong. Dalam pengungkapan kasus narkotika itu, polisi berhasil mengamankan tiga tersangka dan barang bukti ganja siap pakai sebanyak 5,5 gram.

banner 970x90

Pengungkapan kasus ganja di lapas itu disampakia Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Sumarni, S.H., M.H. dalam konferensi pers pengungkapan kasus narkoba selama tiga bulan terakhir yang digelar di Mako Polres Sukabumi Kota, Kamis (18/6/2020).

Ketiga narapida yang diduga ikut terlibat dalam penjualan narkoba terdiri dari  l (25) warga Kecamatan Gegerbitung, RR (25) warga Kecamatan Gunungpuyuh, dan AA (25) warga Kecamatan Sukaraja.

Polisi berhasil membongkar peran serta tiga sekawan dalam peredaran narkoba itu dari jaringannya di luar lapas. Ketiganya tidak menjual langsung, mereka bertindak sebagai bandar yang memberikan perintah lewat telepon genggam.

“Dari pengungkapan kasus ini, kami akan meningkatkan  kerja sama dengan jajaran Lapas Nyomplong untuk mengambil langkah pencegahan peredaran narkoba agar tidak terjadi kasus yang sama,” kata AKBP Sumarni dalam keterangan persnya.

Selama tiga bulan terakhir, lanjut dia, jajarannya mengungkap 34 kasus narkoba dengan 43 tersangka. Dari puluhan kasus itu, lokasinya menyebar di berbagai kecamatan, baik di Kota Sukabumi maupun Kabupaten Sukabumi.

Kasus terbesar terjadi di wilayah Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi yang masuk yurisdiksi Polres Sukabumi Kota. Tersangkanya RS (32) dengan barang bukti yang cukup fantasis yakni sabu seberat 134,57 gram.

Selanjutnya tersangka SR (27) yang berdomisili di Kecamatan Citamiang dengan TKP di Jalan Subangjaya, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Sukabumi, Kabupaten Sukabumi dengan barang bukti 463,7 gram ganja.

Ada lagi tersangka berinisial AY (29) warga Kecamatan Citamiang Kota Sukabumi, TKP di Kecamatan Kebonpedes dengan barang bukti 20.000 butir Hexymer.  Seterusnya masih sedereta kasus dan nama-nama begundal pengedar narkoba.

“Dari semua kasus yang terungkap sepanjang tiga bulan terakhir, barang bukti yang diamankan terdiri dari sabu 267,98 gram, ganja 999,74 gram, dan obat berbahaya sebanyak 23.314 butir,” jelas Kapolres.

Kepada para tersangka akan dikenakan pasal-pasal dari UU tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara, UU tentang Kesehatan dengan ancaman 15 tahun penjara, dan UU tentang Psikotropika dengan ancaman 5 tahun penjara.

“Sejak terungkap kasus sabu di Perumahan Taman Anggrek, peredaran narkoba menjadi sangat menakutkan. Narkotika ratusan kilogram bisa masuk dengan leluasa dari wilayah laut kita. Kita tidak tahu apakah di sini  dijadikan pasar atau hanya transit,” ujar AKBP Sumarni.

Karena itu Kapolres mengajak masyarakat untuk lebih meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Warga harus mengecek tetangga kanan dan kiri di lingkungan. Semua warga harus diketahui pekerjaan dan asal-usulnya. 

“Untuk pencegahan,  setiap malam kami melakukan patroli dan  razia-razia di pintu masuk wilayah hukum hingga perbatasan untuk meminimalisir masuknya narkoba dari wilayah lain,” jellas dia. (*)

Print Friendly, PDF & Email