Minggu, Wali Kota Dapati Toko Melawan Aturan PSBB

oleh -
Petugas dan relawan dari PMI melakukan penyemprotan disinfektan di Jalan Harun Kabir Kota Sukabumi.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Ketaatan pemilik usaha, khususnya toko pakaian terhadap aturan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di Kota Sukabumi masih tergolong rendah. Sebagian pemilik toko yang menjual barang di luar bahan pokok penting (bapokting) seperti beras masih tetap membuka usahanya. Menjelang Lebaran, toko busana yang komoditasnya tidak termasuk bapokting tetap buka dan melayani pembeli.

banner 970x90

Padahal berdasarkan Surat Edaran Wali Kota Sukabumi Nomor 510/333/Kopdagrin tentang Jam Operasional Kegiatan Perdagangan di Kota Sukabumi, semestinya toko-toko yang menjual komoditas di luar bapokting tutup pada hari Sabtu dan Minggu serta hanya buka 3,5 jam selama hari Senin-Jumat selama penerapan PSBB.

Dalam monitoring pada Minggu (17/5/2020), Wali Kota Sukabumi, H. Achmad Fahmi menemukan toko-toko yang secara aturan melawan aturan PSBB. Dia pun tampak kesal dan menyampaikan teguran kepada para pemilik tempat usaha yang melanggar aturan tersebut.

“Kami turun ke lapangan ingin memastikan PSBB bisa maksimal dijalankan. Kenyataannya masih ada pedagang dan pemilik toko yang bandel. Kami langsung memberikan teguran kepada mereka,” kata wali kota ketika ditemui di tengah kegiatan monitoringnya.

Sebelumnya pada Sabtu (16/5/2020), wali kota juga memergoki beberapa toko yang melanggar aturan. Namun sebagian besar toko pakaian taat hukum dan tidak menjalankan usahanya pada akhir pekan tersebut.

Pada kegiatan pemantauan itu, Fahmi terjun ke pusat-pusat keramaian bersama Dandim 0607 Kota Sukabumi Letkol Inf  Danang Prasetyo Wibowo; Sekda Kota Sukabumi, Dida Sembada; Kepala Dinas Perhubungan, Abdul Rachman; dan Kepala Satpol PP, Yadi Mulyadi.

Melalui pengeras suara, wali kota menyampaikan imbauan kepada para pedagang untuk menjalankan aturan PSBB. Fahmi bersama tim mendatangi Jalan Harun Kabir yang paling padat se-Sukabumi dan Jalan Ahmad Yani. Dalam imbauannya wali kota mengajak masyarakat untuk tetap tinggal di rumah jika tidak ada kepentingan yang benar-benar mendesak.

“Kalau warga bisa disiplin mengikuti imbauan pemerintah, Kota Sukabumi akan segera terlepas dari wabah Virus Corona,” ucapnya.

Bersamaan dengan sidak wali kota, tim dari Palang Merah Indonesia (PMI) melakukan penyemprotan disinfektan di Jalan Harun Kabir dan Jalan Ahmad Yani. Langkah ini, kata wali kota, merupakan upaya Pemkot Sukabumi dalam mencegah penyebaran Covid-19.  (*)  

Print Friendly, PDF & Email