Pengaspalan Jalan Desa Berekah Ikuti Aturan Bangub

oleh -
Pengaspalan jalan di Desa Berekah yang dibiayai oleh dana bantuan provinsi dikerjakan sesuai aturan dari pemberi anggaran, antara lain dipasangnya papan informasi proyek.

Wartawan JOKO SAMUDRO (Kowasi)

Kegiatan pengaspalan jalan di Kampung Cijulang Ciasmara RT 21 RW 04 Desa Berekah, Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi dilaksanakan dengan memenuhi seluruh aturan bantuan gubernur (bangub). Pasalnya pekerjaan kegiatan peningkatan infrastruktur tersebut dibiaya oleh bangub yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Barat.

“Sumber dana pengaspalan di Kampung Cijulang Ciasmara ini dari anggaran bantuan dari provinsi atau biasa disebut bantuan gubernur tahun 2019. Jadi kami harus mengikuti ketentuan dan aturan dalam penggunaan dana bangub,” kata Kepala Desa Berekah, Andri Andriansyah kepada wartawan, Senin (18/3/2019).

Pertama, ujar Andri, panitia pembangunan memasang papan informasi proyek di lokasi kegiatan. Papan proyek itu memuat nama kegiatan, volume pekerjaan, sumber dana, besaran anggaran, dan lamanya pengerjaan. Pemasangan papan proyek merupakan bagian dari keterbukaan informasi publik kepada masyarakat. 

“Kedua, pengerjaannya dilaksanakan secara swakelola dengan melibatkan masyarakat. Implementasi sistem ini untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pembangunan,” ujar Andri.

Ketiga, lanjut Kades Berekah, volume pekerjaan sesuai dengan bestek dan ketetapan dari provinsi. Dengan memenuhi ketiga hal tersebut, ujar dia, kecil kemungkinan terjadi penyimpangan dalam kegiatan pengaspalan jalan di Kampung Cijulang Ciasmara.

Proyek pengaspalan di Desa Berekah itu menghabiskan dana sebesar Rp101.088.000 dengan volume panjang 300 meter dan lebar 2,2 meter. Sejak awal, Andri mengingatkan jajarannya untuk melaksanakan aturan dalam pengaspalan tersebut.

“Semua kegiatan yang dananya berasal dari pemerintah harus dilaksanakan sesuai dengan juklak dan juknis. Keterbukaan informasi juga mutlak diperlukan untuk mencegah penyimpangan atau sebagai langkah preventif,” ujar Andri. (*)

Print Friendly, PDF & Email