KKN-PPM STIE Sukabumi Kembangkan Kompetensi Melalui Pengalaman

oleh -
Warga Desa Bojongraharja, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi diajari pembuatan abon lele oleh Kelompok 7 KKN PPM STIE PGRI Sukabumi.

Wartawan USEP MULYANA (Kowasi)

Kegiatan KKN PPM (Kuliah Kerja Nyata Pengabdian pada Masyarakat) STIE PGRI Sukabumi diarahkan untuk mengembangkan potensi mahasiswa melalui pengalaman nyata di lapangan. Pada kegiatan KKN, mahasiswa berkesempatan untuk menerapkan dan mempraktikkan ilmu yang didapatnya di bangku kuliah di tempat kerja nyata.

Demikian disampaikan dosen  pembimbing lapangan STIE PGRI Sukabumi, Toha Rianto, S.E., M.M. kepada wartawan, Senin (18/3/20190. KKN, ujar Toha, merupakan salah satu mata kuliah interdisipliner yang wajib ditempuh mahasiswa. Tujuannya untuk mengembangkan kompetensi mahasiswa melalui pengalaman nyata juga meningkatkan kapasitas bersosialisasi secara langsung di tengah masyarakat. 

Salah satu lokasi KKN mahasiswa STIE PGRI Sukabumi adalah Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi. Para mahasiswa dibagi menjadi 10 kelompok yang melakukan kegiatan di 10 desa yang ada di Cikembar. Para mahasiswa berada di tempat KKN dari 26 Februari sampai dengan 17 Maret 2019.

“KKN merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa secara interdisipliner, institusional, dan kemitraan sebagai implementasi Tridharma Perguruan Tinggi,” jelas Toha.

Kelompok 10 yang diketuai oleh Lina Sonia mengakhiri KKN dengan bakti sosial khitanan massal gratis di Desa Cimanggu, Kecamatan Cikembar. Adapun Kelompok 7 yang dipimpin oleh Taufik Ramlan Ginanjar melaksanakan KKN di Desa Bojongraharja. Dalam menjalankan tugas KKN-PPM, Kelompok 7  mengintegrasikan kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Melalui KKN, kami mengharapkan bisa memberikan manfaat kepada masyarakat. Mudah-mudahan kehadiran kami menjadi bagian solusi dalam menyelesaikan persoalan yang ada di masyarakat,” kata Taufik.

Beberapa kegiatan nyata yang dilaksanakan Kelopok 7 antara lain bidang perikanan, pertanian, dan bakti sosial. Para mahasiswa mengajarkan pembuatan  abon lele kepada ibu-ibu sesuai dengan ciri khas Desa Bojongraharja sebagai penghasil lele di Kecamatan Cikembar.

“Kami juga membuat inovasi pembuatan  kemasan dan labeling pada gabah yang dihasilkan oleh petani di Desa Bojongraharja agar harganya terdongkrak,” tutur Taufik. 

Kegiatan lain yang dilakukan Kelompok 7 adalah membantu pembangunan masjid dalam rangka bakti sosial dan memberikan sebuah talang otomatis kepada warga.

Respon positif pun disampaikan Kepala Desa Bojongraharja, Sudarmat. Dia menyampaikan, inovasi dan kreativitas mahasiswa di desa yang dipimpinnya sangat membantu warga. Selain kegiatan yang bersifat pendidikan, para mahasiwa juga mengajarkan inovasi produk seperti pembuatan abin lele. Sudarmat atas nama warga menyampaikan terima kasih kepada mahasiswa STIE PGRI Sukabumi. (*)

Print Friendly, PDF & Email