Kecamatan Waluran Sambut Pengembangan TKM Usahawan Hanjeli

oleh -
Pada pembukaan pembekalan TKM hanjeli tampak hadir dari kiri ke kanan Cepi Anugrah (Pendamping), Asep Hidayat Mustofa (Ketua Kelompok Abah Hanjeli), Dadang Tapiana (Kasi Perluasan Tenaga Kerja), Deni Yudono (Sekcam Waluran), Heli Sugriwa (Kades Waluran Mandiri), dan Dian Iskandar (Kasi Pemberdayaan Kecamatan Waluran).

Wartawan Usep Mulyana

Kantor Kecamatan Waluran menyambut program pengembangan TKM (Tenaga Kerja Mandiri) untuk usaha pembudidayaan dan pengolahan hanjeli oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sukabumi. Sebab program tersebut akan tepat guna dan berhasil guna diterapkan di wilayah yang memiliki lahan pertanian hanjeli seperti terdapat di wilayah Waluran.

Hal itu disampaikan Sekretaris Kecamatan Waluran, Deni Yudono ketika dihubungi Bintang Suara Keadilan lewat telepon selulernya, Kamis (17/10/2019). Pengembangan TKM bidang usaha pembudidayaan dan pengolahan hanjeli itu diterapkan di Desa Waluran Mandiri, Kecamatan Waluran. Deni merespon dan mengapresiasi program tersebut.

“Program ini cocok dan nyambung keadaan Desa Waluran Mandiri. Karena di desa ini ada kelompok usaha bidang kuliner yang namanya Abah Hanjeli. Komunitas ini berinovasi menciptakan dan mengembangkan beragam panganan lezat dengan kreativitas tinggi berbahan dasar hanjeli,” ujar Deni.

Jadi, program TKM pengembangan usaha kuliner berbahan baku hanjeli dari Disnakertrans mendapat lokasi yang tepat di Desa Waluran Mandiri. Program pengembangan usaha ini diwujudkan dalam bentuk pembekalan kegiatan penciptaan wirausaha baru melalui pemberdayaan TKM kelompok pengolahan makanan hanjeli di Desa Waluran Mandiri awal pekan ini.

Di tangan para TKM, kata Deni, hanjeli bukan hanya dijadikan jenis makanan jajanan pasar, tetapi juga bisa disulap menjadi makanan yang bernuansa modern.

“Yang kita kenal di masyarakat, hanjeli paling bagus dibuat bubur, borondong, dan wajit. Wajit hanjeli saya sangat suka. Setelah saya pantau perkembangannya, ternyata Kelompok Abah Hanjeli bisa membuat makanan berkelas seperti brownies, cheese cake, dan cup cake. Dengan pembekelan ini, usaha TKM henjeli dapat lebih maju dan berkembang,” ujar Deni.

Setelah pembukaan kegiatan pembekalan, Kades Waluran Mandiri, Heli Sugriwa menuturkan, desa yang dipimpinnya merupakan satu-satunya desa yang membudidayakan tumbuhan hanjeli. Kehadiran tumbuhan berbiji keras dan bulat ini, ujar Heli,  menjadi anugerah yang menciptakan kesempatan untuk mengembangkan usaha bagi warganya.

“Kita sudah punya sumber daya alam berupa tanah dan tanaman hanjeli yang tumbuh subur. Sekarang tinggal kita mengembangkan peluang usahanya untuk membuka lapangan kerja bagi masyarakat,” kata Heli. 

Sementara Ketua Kelompok Abah Hanjeli,  Asep Hidayat Mustofa menjelaskan, selama ini peralatan yang digunakan untuk kegiatan produksi masih tradisional. Dia bersyukur karena mendapat bantuan mesin pencacah hanjeli berikut peralatan untuk membuat makanan dari hanjeli.

“Dengan adanya peralatan tersebut, produktivitas kami bisa meningkat. Terima kasih Disnakertrans,” ujar Asep.

Print Friendly, PDF & Email